PKS Desak Gibran Tunjukkan Ijazah, PSI Minta Aturan Diperjelas lewat PTUN
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 29 Okt 2026 07:25 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Perdebatan mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan dalam diskusi Satu Meja di KompasTV. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Gibran menunjukkan keberanian untuk memperlihatkan ijazahnya kepada publik, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menekankan pentingnya kejelasan aturan melalui proses hukum.
Dalam diskusi itu, perwakilan PKS menyampaikan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan rasa keadilan. Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang mendapat perlakuan istimewa, sementara pihak lain tidak. Karena itu, ia berharap Gibran menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dengan bersikap terbuka.
PKS: Tunjukkan Secara Terbuka
PKS menilai, keterbukaan dari Gibran akan membantu meredakan kecurigaan publik. Dengan menunjukkan ijazah secara terbuka, persoalan ini tidak lagi menjadi bahan spekulasi yang berlarut-larut.
PKS juga menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutus perkara terkait ijazah tersebut. Namun, menurut PKS, putusan itu tetap perlu ditindaklanjuti agar ada perbaikan ke depan, termasuk peran DPR RI dalam merespons dan mengawasi persoalan ini.
Baca Juga:
Hasto: PDIP Terbuka Berdialog dengan PKS soal Tindak Lanjut Putusan MK tentang Ijazah GibranPSI: Biar Terang di PTUN
Di sisi lain, PSI menyampaikan harapan agar persoalan ini menjadi terang melalui proses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut PSI, ijazah tersebut nantinya dapat diperlihatkan di depan hakim, diperdebatkan, dan diputuskan secara terbuka sehingga publik memperoleh kejelasan.
PSI juga sejak awal menginginkan adanya kejelasan aturan. Bila aturan tidak jelas, kata PSI, polemik serupa akan terus berulang dan melelahkan publik. Karena itu, PSI berharap partai-partai yang memiliki kewenangan membuat undang-undang, termasuk PKS dan PDIP, terus mengawasi kinerja pemerintahan dan memperjuangkan kepastian aturan.
Bola Kini di DPR
Diskusi tersebut menegaskan bahwa setelah putusan MK, bola kini berada di tangan DPR RI di Senayan. DPR sebagai institusi diharapkan merespons putusan itu agar publik tidak menganggap ada pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Respons yang terbuka dari DPR juga dinilai penting agar semua pihak dapat mengambil pelajaran, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Pada akhirnya, baik PKS maupun PSI sama-sama menekankan satu hal: publik berhak atas kejelasan, dan kejelasan itu harus lahir dari proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Polemik Ijazah Gibran: PDIP Minta Keterbukaan, Tunjukkan Saja di DPR

Hasto: PDIP Terbuka Berdialog dengan PKS soal Tindak Lanjut Putusan MK tentang Ijazah Gibran

Desakan agar Prabowo Bersikap soal Isu Ijazah Gibran Menguat dalam Diskusi

150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Debat Panas Suket Gibran: Bareskrim Kebut Gelar Perkara, Dua Kubu Beradu Argumen

Polemik Ijazah Gibran Dinilai Bermuatan Politik, Revisi UU Pemilu Jadi Solusi
Berita Terkini
Lihat Semua
Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang 5 November, Kuasa Hukum: Bawa Ijazah Bila Panggilan Resmi Diterima

Polemik Ijazah Gibran: PDIP Minta Keterbukaan, Tunjukkan Saja di DPR

Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, DPR: Kritik Asap Lintas Batas Dijawab dengan Kerja Nyata

Tertahan di Depan UOB, Massa Aksi Tetap Bertahan di Bundaran HI hingga Sore

