Dipulangkan Usai 8 Jam di Polda Metro Jaya, Greenpeace Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 12:56 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA — Enam aktivis Greenpeace Indonesia akhirnya dipulangkan dari Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026) malam, setelah tertahan selama sekitar delapan jam usai aksi damai pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Para aktivis dibawa petugas dari lokasi aksi sekitar pukul 12.00 WIB dan diperbolehkan pulang sekitar pukul 20.30 WIB. Selama berada di Mapolda Metro Jaya, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Biddokkes Polda Metro Jaya, pendataan identitas, dan diminta menuliskan kronologi aksi memanjat monumen.
Baca Juga:
Oknum Polisi Diduga Habisi Rekannya di Mako Pondok Cabe, Keluarga Duga Pelaku Lebih dari SatuDua Spanduk Raksasa dari Puncak Monumen
Aksi dimulai sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.05 WIB. Keenam aktivis — 4 laki-laki dan 2 perempuan — memanjat monumen dengan peralatan panjat lengkap, lalu membentangkan dua spanduk raksasa. Satu spanduk bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" dibentangkan menghadap ke arah Istana Merdeka di utara, sementara spanduk lainnya bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" menghadap ke selatan Bundaran HI.
Total 11 orang dibawa ke Polda Metro Jaya dalam peristiwa itu. Lima orang dari unsur tim penyelamat dan pers lebih dahulu diperbolehkan pulang, sementara enam aktivis yang memanjat monumen menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Pembebasan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Aksi damai di Bundaran HI menjadi awal untuk menggaungkan kesadaran bahwa krisis iklim sudah sampai di meja makan kita, melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan," ujar Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, Selasa (20/10/2026).
Kritik di Dua Tahun Pemerintahan
Aksi ini digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para aktivis menyuarakan keresahan masyarakat atas krisis iklim yang kian nyata — mulai dari kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga anomali cuaca yang mengancam penghidupan dan memperberat beban hidup.
Dari sisi kepolisian, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan pihaknya mengevakuasi para aktivis ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk penanganan medis. Menurutnya, salah seorang aktivis perempuan terlihat cukup lemas saat turun dari monumen.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan pemerintah menghormati aksi Greenpeace sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Ia menyebut krisis iklim dan biaya hidup masyarakat juga menjadi perhatian Presiden Prabowo, dengan penguatan penanganan karhutla serta kebijakan menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, kepolisian tidak menemukan unsur tindak pidana dalam aksi tersebut. Seluruh aktivis kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Sumber: SINDOnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Oknum Polisi Diduga Habisi Rekannya di Mako Pondok Cabe, Keluarga Duga Pelaku Lebih dari Satu

Seorang Polisi Ditahan, Diduga Tembak Rekan Seprofesi hingga Tewas

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

Eksepsi Ditolak, Roy Suryo Minta Ijazah Asli Jokowi Dibuka di Ruang Sidang

GRIB Jaya Geruduk Kantor ATR/BPN, Bawa Spanduk Desak Mafia Tanah Ditangkap

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Lihat Semua
Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi

Inggris Kirim Jet Tempur Typhoon Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

