Gelombang Protes Biaya Hidup di Prancis Menyebar ke Sejumlah Negara Eropa
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 18:05 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Di Prancis, aksi berawal dari para siswa sekolah menengah yang terlibat bentrokan dengan polisi. Mereka memprotes jam sekolah yang terlalu panjang, kurangnya tenaga pengajar, ruang kelas yang rusak, serta sistem penerimaan universitas yang tidak transparan.
Baca Juga:
Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga PortugalDemonstran dari kalangan lain kemudian bergabung untuk menyuarakan keresahan terhadap kenaikan biaya hidup, termasuk lonjakan harga bahan bakar yang dipicu pengeboman oleh AS sehingga Selat Hormuz praktis tertutup.
Meluas ke Spanyol hingga Albania
Di Spanyol, para aktivis turun ke jalan sejak September memprotes harga perumahan. Pemicunya adalah pengusiran Maricarmen Abascal, wanita berusia 87 tahun, dari rumahnya setelah sebuah dana investasi menaikkan harga sewanya hingga 230 persen. Abascal meninggal dunia dua minggu kemudian setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Para pengunjuk rasa menuntut penurunan harga sewa, penghentian pengusiran paksa, serta pelarangan dana investasi membeli properti. Tuntutan serupa disuarakan di Portugal pada Sabtu (17/10), ketika ratusan orang berkumpul di pusat kota Lisbon. Data resmi mencatat harga perumahan di Portugal melonjak 124 persen antara 2015 dan 2024 — sekitar dua kali lebih cepat dari rata-rata Uni Eropa.
Sementara itu di Albania, protes yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama memasuki hari keenam. Di Milan, Italia, massa yang sebagian bertopeng terlibat bentrokan dengan polisi, menjarah toko, dan membakar properti di pusat kota hingga Piazza del Duomo dikosongkan. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Prancis Sebagai Episentrum
Menurutnya, di Yunani, Jerman, dan Austria, tahap awal gerakan mulai terlihat, dengan mobilisasi diperkirakan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Gejolak ini terjadi ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mendekati akhir masa jabatannya di Istana Élysée setelah menjabat selama dua periode.
Sumber: Detik
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Empat Negara Eropa Dilanda Kerusuhan, Demo Biaya Hidup di Prancis Paling Parah

Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap

Demo Biaya Hidup di Perancis Ricuh, Toko-toko Paris Dijarah Massa

BEM UI Pastikan Turun ke Jalan 20 Oktober, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kabut Asap Karhutla RI Kembali, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari
Berita Terkini
Lihat Semua
Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Usai Eksepsinya Ditolak, Roy Suryo Singgung Kesaksian Freddy Damanik dan Andi Azwan soal Ijazah Jokowi

Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti

Debat Pasal 18 Ayat 3 PKPU: DPR Sebut Pasal Selundupan, Relawan Tegaskan Aturan Tetap Sah

