Bahlil Akan Kunjungi India dan China untuk Pastikan Pasokan BBM Indonesia
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 28 Okt 2026 11:53 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berencana mengunjungi sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Indonesia. Rencana itu ia sampaikan dalam keterangan kepada wartawan di kantornya.
Bahlil mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mendapatkan kepastian pasokan di tengah ketidakpastian pasar energi global. Pemerintah, kata dia, juga diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang agar ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga.
Jaminan untuk Masyarakat
Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan BBM, Bahlil meminta publik tetap tenang. Ia menegaskan cadangan BBM Indonesia masih berada pada standar minimum nasional.
"Rakyat Indonesia tenang, insya Allah saya memberikan jaminan atas arahan dan perintah Presiden Prabowo Subianto, bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi."
Pernyataan itu menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM subsidi, termasuk Pertalite, agar tidak naik. Pemerintah juga tengah mengupayakan kontrak jangka panjang sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika pasokan global.
Langkah Antisipasi Pasokan
Menurut Bahlil, pencarian pasokan dari berbagai negara merupakan langkah antisipasi, bukan tanda krisis. Dengan kontrak jangka panjang, pemerintah berharap ketersediaan BBM dapat lebih terjamin dan tidak mudah terganggu oleh perubahan pasar dunia.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau kondisi pasokan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Demi 'Mode Survival', Bahlil Pertimbangkan Tak Perpanjang Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Bahlil: Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Masih dalam Batas Kontrak, Bukan Pelanggaran

Produksi Dipangkas, 18 Emiten Batu Bara RI Malah Untung Besar-besaran

Hotman Paris Ingatkan RI: Pangkas Gas ke Singapura Bisa Berujung Gugatan Arbitrase

China Kecam Serangan Houthi ke Bandara dan Fasilitas Energi Arab Saudi

Protes Bendungan Menga Meluas di Arunachal Pradesh, Polisi Kerahkan Pasukan Tambahan
Berita Terkini
Lihat Semua
Dinilai Ber-IQ di Atas Rata-Rata, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Diduga Butuh Dua Hari Hapus Jejak

Khozinudin Cs Datangi Kemenko Kumham Imipas, Minta Yusril Kaji Polemik Ijazah Gibran

Yusril: Bila Rumus Korupsi Indonesia Dipakai di Singapura dan Jepang, Kasusnya Bisa Sama Banyak

Hasil Sementara Pemilu Israel: Tak Ada Blok yang Raih Mayoritas, Netanyahu dan Lawan Imbang

