Hasil Sementara Pemilu Israel: Tak Ada Blok yang Raih Mayoritas, Netanyahu dan Lawan Imbang
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 28 Okt 2026 09:31 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Jajak keluar pemilu parlemen Israel yang digelar pada 27 Oktober 2026 menunjukkan tidak ada blok politik yang meraih mayoritas. Baik blok pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun blok oposisi sama-sama jauh dari ambang 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan yang aman di Knesset, parlemen Israel yang beranggotakan 120 kursi.
Menurut lembaga penyiaran publik Kan 11 dan Channel 13, blok pro-Netanyahu dan blok anti-Netanyahu masing-masing diproyeksikan meraih 51 kursi. Channel 12 menampilkan gambaran sedikit berbeda, yakni kubu pro-Netanyahu unggul tipis 52 kursi berbanding 49 kursi untuk oposisi. Namun, tidak satu pun dari tiga stasiun televisi utama itu memproyeksikan ada blok yang mencapai 61 kursi.
Baca Juga:
Ribuan Warga Israel Gelar Aksi di Tel Aviv, Tuntut Penyelidikan Independen Serangan 7 OktoberLikud tetap partai terbesar, tapi koalisi menyusut
Partai Likud pimpinan Netanyahu tetap menjadi partai tunggal terbesar, dengan proyeksi awal 25 kursi yang kemudian naik menjadi 27 kursi dalam pembaruan jajak Kan 11. Meski begitu, koalisi Netanyahu saat ini yang menguasai 68 kursi diproyeksikan hanya meraih 50 hingga 51 kursi dalam pemilu kali ini.
Dalam pidato di hadapan pendukungnya pada Rabu dini hari, Netanyahu menegaskan bahwa hasil sebenarnya masih ditunggu. Ia menyebut Likud sebagai partai terbesar di Israel dan menyerukan pembentukan pemerintahan sayap kanan yang kuat, sembari menolak pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai-partai Arab.
Netanyahu juga menyinggung keamanan dan menyebut Israel memiliki peluang unik bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri apa yang ia sebut ancaman Iran.
Eisenkot: publik sudah menyampaikan pesan perubahan
Di kubu oposisi, mantan kepala militer Gadi Eisenkot tampil sebagai penantang utama Netanyahu. Dalam pidatonya di Yerusalem setelah pemungutan suara, Eisenkot menyerukan Netanyahu untuk mengundurkan diri karena menurutnya publik telah memilih melawan kelanjutan kepemimpinan Netanyahu.
“Pemimpin yang baik akan menerima kehendak publik dan mengumumkan pengunduran dirinya.”
Eisenkot juga memperingatkan Netanyahu agar tidak mengambil keputusan keamanan besar atau memulai perang baru karena, menurutnya, Netanyahu sudah tidak lagi memiliki mandat untuk itu. Ia berjanji segera bekerja membentuk pemerintahan yang ia sebut pemerintahan Zionis yang berkomitmen pada wajib militer, isu yang menjadi pusat kampanyenya, termasuk penghapusan pengecualian dinas militer bagi pria ultra-Ortodoks.
Partai Arab menjadi penentu
Hasil jajak keluar juga menempatkan partai-partai Arab sebagai penentu. Dua partai Arab secara gabungan diproyeksikan meraih 18 kursi. Salah satunya, Ra'am, diproyeksikan meraih tujuh kursi, sehingga tidak ada pemerintahan yang bisa dibentuk tanpa peran partai Muslim religius yang dipimpin Mansour Abbas tersebut.
Ra'am sebelumnya menjadi sorotan setelah menempatkan Yoav Segalovich, mantan perwira tinggi kepolisian beragama Yahudi, sebagai kandidat nomor dua di bawah Abbas. Kejahatan dan kekerasan di komunitas Arab serta perang di Gaza disebut-sebut turut memengaruhi perolehan suara partai itu.
Partisipasi tinggi, hasil resmi masih ditunggu
Komite Pemilihan Israel melaporkan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. Hingga pukul 14.00, di tengah hari pemungutan suara, partisipasi tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pada jam tersebut. Komite itu juga menolak permintaan Likud dan sejumlah kelompok lain untuk memperpanjang pemungutan suara melewati pukul 22.00, dengan alasan partisipasi nasional yang tinggi di semua lapisan masyarakat.
Tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00, dan hasil resmi diperkirakan mengalir sepanjang malam hingga Rabu. Sekalipun hasil resmi sudah keluar, kejelasan tentang siapa yang mampu membentuk pemerintahan koalisi kemungkinan masih memerlukan waktu lebih lama.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Ribuan Warga Israel Gelar Aksi di Tel Aviv, Tuntut Penyelidikan Independen Serangan 7 Oktober

Kenapa Gen Z Israel Berbondong-bondong Dukung Kubu Kanan Jauh

Washington-Tel Aviv Kabarnya Matangkan Serangan ke Iran Usai Pemilu AS

Fotografer AS Dipukuli Pemukim Israel hingga Tulang Belakang Patah, Washington Berang

Pemimpin AfD Serukan Reformasi Besar-besaran Uni Eropa, Ancam Keluar dari Schengen

Ratusan Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Jelang Pemilu Penentu Nasib Vucic
Berita Terkini
Lihat Semua
Dinilai Ber-IQ di Atas Rata-Rata, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Diduga Butuh Dua Hari Hapus Jejak

Khozinudin Cs Datangi Kemenko Kumham Imipas, Minta Yusril Kaji Polemik Ijazah Gibran

Bahlil Akan Kunjungi India dan China untuk Pastikan Pasokan BBM Indonesia

Yusril: Bila Rumus Korupsi Indonesia Dipakai di Singapura dan Jepang, Kasusnya Bisa Sama Banyak

