Beli Rumah di Usia Muda, Jangan Lupa Siapkan Rencana Warisan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Perempuan lajang berusia 18 hingga 26 tahun kini menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh pembeli rumah generasi muda. Kabar ini menggembirakan, tetapi menyimpan pekerjaan rumah yang sering luput: banyak pemilik rumah muda belum menyiapkan rencana warisan untuk aset yang baru mereka miliki, sehingga rumah yang dibeli dengan susah payah bisa menjadi rentan di kemudian hari.
Apa Itu Rencana Warisan dan Mengapa Penting
Rencana warisan adalah sekumpulan dokumen hukum yang mengatur bagaimana aset, termasuk rumah, dikelola dan dibagikan bila pemiliknya meninggal dunia. Dokumen ini juga menentukan siapa yang berwenang mengambil keputusan keuangan atau medis atas nama pemilik bila suatu saat pemilik tidak mampu melakukannya sendiri. Para perencana keuangan mengingatkan bahwa kebanyakan orang langsung kembali sibuk dengan kehidupan sehari-hari setelah membeli rumah, sehingga urusan ini terus ditunda sampai menjadi mendesak. Padahal, rencana warisan bukan hanya soal setelah kematian: ia juga melindungi aset selama pemilik masih hidup, misalnya lewat penunjukan penerima manfaat untuk rekening pensiun, tabungan kesehatan, dan polis asuransi jiwa, yang biasanya bisa dialihkan tanpa proses pengadilan yang panjang.
Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan
Surat wasiat sederhana saja sering kali belum cukup. Di sejumlah wilayah, pemilik rumah dapat melampirkan dokumen hukum pada akta properti agar pengalihan lebih mudah. Alternatif lainnya adalah membentuk trust, yaitu wadah hukum yang memungkinkan aset dikelola selama pemilik hidup lalu langsung diteruskan kepada penerima manfaat tanpa keterlibatan pengadilan. Selain itu, penunjukan kuasa hukum untuk urusan keuangan dan kesehatan memastikan orang tepercaya bisa bertindak atas nama Anda saat dibutuhkan. Tak kalah penting, asuransi disabilitas jangka panjang memberi perlindungan bila sakit atau cedera membuat Anda tidak bisa bekerja, sebuah perlindungan yang menurut para ahli justru paling sering diabaikan oleh pekerja usia produktif.
Baca Juga:Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke GenerasiJangan Biarkan Rumah Menjadi Sumber Sengketa
Angka-angkanya patut menjadi perhatian: sekitar 60 persen perempuan muda belum memiliki dokumen perencanaan warisan apa pun, dibandingkan 50 persen laki-laki pada kelompok usia yang sama. Para ahli juga memperingatkan agar tidak mewariskan satu rumah kepada terlalu banyak ahli waris, karena hal itu kerap memicu perselisihan. Pendekatan yang lebih praktis adalah menunjuk satu ahli waris utama, atau menetapkan bahwa properti dijual dan hasilnya dibagikan sesuai ketentuan. Dengan langkah proaktif sejak dini, pemilik rumah muda tidak hanya melindungi aset untuk masa depan, tetapi juga menyiapkan diri menghadapi ketidakpastian hidup saat ini.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kenapa Menabung Kini Terasa Lebih Berat dari Dulu?

Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke Generasi

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Cara Menabung yang Masih Masuk Akal

Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya Raya: Seni Mengelola Uang dengan Sadar

Pengen Kaya Saja Tidak Cukup: Lima Alasan Banyak Orang Gagal Meski Sudah Kerja Keras

Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak Disadari
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras







