Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
HANOI - INTARTA.com - Pemerintah menarik usulan yang mengizinkan remaja berusia 15 hingga 17 tahun mendonorkan organ setelah meninggal dunia, setelah usulan itu menuai kritik luas dari publik. Keputusan pencabutan itu diambil pada Senin, setelah draf revisi bertanggal Minggu menghapus ketentuan donor di bawah usia 18 tahun.
Draf awal yang diajukan ke Majelis Nasional bulan lalu mengusulkan remaja 15-17 tahun boleh mendonorkan jaringan, organ, atau tubuhnya setelah meninggal, dengan syarat orang tua atau wali sah menyetujui. Pemerintah menyatakan menerima rekomendasi anggota legislatif bahwa hanya orang dewasa yang sah secara hukum yang boleh mendonorkan organ.
Baca Juga:Kandidat Pucuk Pimpinan Badan Kesehatan Dunia Dorong Iuran Negara NaikPenolakan publik berpusat pada pertanyaan apakah persetujuan orang tua cukup melindungi anak dari tekanan atau eksploitasi. Kritik juga menyoroti survei terhadap anak sekolah berusia semuda tujuh tahun yang digelar pada Oktober untuk menjaring masukan atas draf tersebut. Media lokal Tuoi Tre News mencatat survei itu memunculkan pertanyaan apakah anak di bawah umur mampu memahami persoalan medis, hukum, dan etika yang rumit.
Suara Publik Mengubah Arah Rancangan Aturan
Anggota Majelis Nasional Pham Khanh Phong Lan bulan lalu mendesak anggota legislatif menolak izin donor organ anak, dengan pernyataan tegas bahwa satu anak tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan anak lain. Di media sosial, seorang pengguna menulis pada Senin bahwa kekuatan pengawasan publik telah membuahkan hasil dan merasa lega melihat usulan itu ditolak.
Baca Juga:Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul TurunNegara tersebut mulai melakukan transplantasi ginjal pada 1992 dan disebut media pemerintah melakukan transplantasi tahunan terbanyak di kawasan. Namun sebagian besar transplantasi di sana masih mengandalkan donor hidup, berbeda dengan banyak negara lain yang lebih banyak memakai organ dari donor yang telah meninggal sehingga jumlah donornya lebih luas. Pejabat setempat menyatakan pembaruan atas undang-undang donor organ dan jaringan tahun 2006 bertujuan menambah transplantasi penyelamat nyawa sekaligus menjaga keselamatan donor.
Draf revisi terbaru tetap mengizinkan anak di bawah umur yang masih hidup mendonorkan jaringan regeneratif, untuk transplantasi sumsum tulang atau sel punca, kepada anggota keluarga bila tidak ada donor dewasa yang cocok. Prosedur itu mensyaratkan penilaian kesehatan, konseling, serta persetujuan dari anak dan wali sahnya. Rancangan undang-undang itu diperkirakan disahkan bulan ini.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa aturan yang menyangkut tubuh dan nyawa anak tidak bisa diputuskan hanya lewat persetujuan formal di atas kertas. Perlindungan anak menuntut persetujuan yang benar-benar sukarela, bebas tekanan keluarga maupun keadaan, serta ruang bagi publik untuk mengkritisi draf sebelum disahkan. Ketika sebuah usulan sensitif menyangkut anak, mendengarkan keberatan masyarakat sejak awal justru memperkuat legitimasi aturan akhirnya, bukan melemahkannya, karena kepercayaan publik adalah modal utama sistem donor organ mana pun.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kandidat Pucuk Pimpinan Badan Kesehatan Dunia Dorong Iuran Negara Naik

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

28 Tahun Menempuh Puluhan Ribu Kilometer dengan Berjalan Kaki, Petualang Ini Akhirnya Tiba di Rumah

Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Putaran Kedua

Viral Dugaan Anak Dipukul di Malaysia, Menteri PPPA: Kekerasan Tak Pernah Bisa Dibenarkan
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang








