Cara Mengelola Rasa Cemas di Tempat Kerja agar Tetap Produktif
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Rasa cemas di tempat kerja umumnya berakar pada ketidakpastian: kekhawatiran kehilangan pekerjaan, perubahan kebijakan perusahaan, hingga tekanan ekonomi yang kian meningkat. Bila tidak dikelola dengan baik, kecemasan itu bisa menggerus kesehatan mental sekaligus produktivitas.
Psikolog klinis Raden Roro Rani Meita Pratiwi dari RSJD Atma Husada Mahakam menjelaskan bahwa pemicu kecemasan tidak hanya berasal dari pekerjaan. Rutinitas yang monoton, minimnya apresiasi di tempat kerja, serta persoalan pribadi yang terbawa ke kantor juga bisa menjadi sumbernya.
Baca Juga:Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya Raya: Seni Mengelola Uang dengan SadarKenali Tanda Kelelahan Mental
Pekerja perlu waspada ketika kecemasan mulai memengaruhi kondisi mental. Tanda-tandanya antara lain sering merasa lelah, kehilangan fokus, merasa jenuh, hingga meningkatnya sensitivitas emosional saat berinteraksi dengan rekan kerja. Mudah tersinggung atau terlalu sensitif terhadap lingkungan sekitar bisa menjadi sinyal kelelahan mental.
Rani menegaskan, kecemasan berbeda dengan stres biasa. Stres umumnya memiliki penyebab yang jelas dan mereda setelah masalahnya terselesaikan, sedangkan kecemasan lebih berkaitan dengan pikiran negatif tentang kejadian di masa depan yang belum pasti terjadi.
Baca Juga:Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin MenyempitLangkah Praktis Meredakan Kecemasan
Untuk mengurangi kecemasan, pekerja disarankan tidak memaksakan diri menyelesaikan semua masalah sekaligus. Fokus pada tugas yang sedang dihadapi dinilai lebih efektif menjaga kestabilan emosi. Ketika rasa panik muncul, perlambat gerakan dan atur napas secara bertahap guna menurunkan detak jantung serta ketegangan tubuh.
Kesadaran untuk tetap fokus pada kondisi saat ini sangat penting, sebab kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal yang belum pasti hanya akan merampas kebahagiaan. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga dianjurkan secara rutin, karena olahraga ringan membantu tubuh memproduksi hormon kebahagiaan dan menyegarkan pikiran.
Di lingkungan kerja, karyawan perlu terbuka menerima kritik dan segera memperbaiki kesalahan, bukan sekadar meminta maaf tanpa perbaikan nyata. Ketahanan mental dan pengembangan diri secara berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental di tengah ketidakpastian hidup dan lingkungan kerja modern.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya Raya: Seni Mengelola Uang dengan Sadar

Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin Menyempit

Otak Gen Z Dipaksa Lembur Setiap Hari: dari Brain Rot sampai Brain Fry

Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak Disadari

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Cara Menabung yang Masih Masuk Akal

90 Persen Kasus Stroke Bisa Dicegah, Klub Pendampingan Pasien ke-44 Resmi Dibentuk
Berita Terkini
Lihat Semua
Kronologi Peretasan Terbesar: Dana Rp114 Triliun Raib dalam Sekejap

PKB Kaji Serius Opsi Hak Angket Usai Putusan soal Surat Ijazah

Pemimpin Tertinggi Bersumpah Balas Setiap Serangan dengan Tanggapan Tanpa Batas

Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran


