NasionalBerita

Tiga Letusan dalam Satu Malam, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Redaksi Intarta

Oleh

Tiga Letusan dalam Satu Malam, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

SIAU - INTARTA.com - Pos pengamatan gunung api mencatat tiga kali letusan pada Minggu malam, dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter dan berwarna kelabu. Letusan pertama terjadi pukul 19:23 WITA selama kurang lebih 93 detik, disusul letusan kedua pukul 19:38 WITA selama 151 detik, dan letusan ketiga pukul 21:18 WITA selama 88 detik.

Personel Pos PGA, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, menjelaskan guguran lava pijar teramati ke arah selatan sejauh sekitar 200-700 meter, serta ke arah barat dan barat daya sejauh sekitar 700-1.000 meter. Pada malam hari, sinar api kawah selatan teramati sekitar 5-50 meter dan kawah utara sekitar 5-300 meter, sementara suara dentuman dan gemuruh lemah hingga kuat turut terdengar.

Baca Juga:Erupsi Malam Hari, Warga Pesisir Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Gempa Letusan dan Guguran Tercatat Puluhan Kali

Berdasarkan data kegempaan, tercatat tiga kali gempa letusan, 26 kali gempa guguran, 124 kali gempa embusan, 19 kali gempa tremor non-harmonik, dan 25 kali gempa tremor harmonik. Selain itu tercatat satu kali gempa hybrid, enam kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, serta 11 kali gempa tektonik jauh.

Tingkat aktivitas gunung api tersebut berada pada Level II (Waspada). Warga dan wisatawan diminta tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama, serta area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Baca Juga:Hujan Guyur Palembang dan Banjarbaru, Kabut Asap Karhutla Mulai Menipis

Warga di Bantaran Sungai Diminta Siaga Lahar

Warga juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, karena timbunan material lava sebelumnya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Kewaspadaan ini penting karena aktivitas gunung api masih dapat berubah cepat, dan keselamatan warga di sekitar lereng menjadi prioritas utama dibanding aktivitas apa pun di zona rawan.

Bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung, kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai perlu ditingkatkan. Langkah sederhana seperti memantau informasi resmi pos pengamatan, menyiapkan jalur evakuasi keluarga, dan segera menjauhi bantaran sungai saat hujan deras dapat mengurangi risiko bila material vulkanik terbawa aliran air.

Sumber: Antara

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua