Dari Kerja Layak hingga Guru Sejahtera, Ini Gagasan untuk Indonesia Besok
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 28 Okt 2026 08:05 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Semangat Sumpah Pemuda kembali digaungkan dalam episode spesial GAGAS RI bertajuk Indonesia Besok. Episode ini menghadirkan antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan aktor Reza Rahardian, yang berbagi gagasan tentang masa depan anak muda Indonesia melalui lima pilar: kerja, negeri, bumi, nusa, dan belajar.
Benang merahnya berangkat dari ikrar 28 Oktober 1928: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Hampir seabad kemudian, keresahan anak muda berubah wajah, dari keterbatasan zaman kolonial menjadi sempitnya kesempatan kerja, krisis iklim, hingga tata kelola negara yang belum sepenuhnya adil.
Pilar Kerja: Pekerjaan Layak, Bukan Sekadar Gaji
Membuka pilar kerja, Erick Thohir menegaskan bahwa kerja bagi generasi muda bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan. Kerja juga berkaitan dengan kesempatan berkembang, kepastian hidup yang layak, dan ruang untuk turut membangun negeri.
Karena itu, kehadiran negara harus komprehensif dalam menciptakan kesempatan kerja dan akses berkarya, agar anak muda tidak dibiarkan bertahan sendiri menghadapi masa depan.
Pilar Negeri: Pemilu Bermakna dan Daerah yang Adil
Dalam pilar negeri, diskusi menyoroti perlunya pemilu yang bermakna, bukan sekadar ritual berkala. Di antara gagasan yang mengemuka adalah sistem pemilu campuran yang memadukan wakil dari setiap daerah pemilihan dengan wakil dari daftar partai, penataan ambang batas fraksi di parlemen, serta peningkatan dana negara untuk partai yang diimbangi demokratisasi internal partai.
Semangat persatuan itu juga dikaitkan dengan desentralisasi dan otonomi daerah, warisan penting reformasi 1998. Daerah-daerah yang dulu rela melepaskan kekuasaan demi negara kesatuan kini menuntut hubungan pusat dan daerah yang ditata lebih adil, agar kekayaan nusantara dikelola untuk kesejahteraan seluruh rakyat, termasuk penyandang disabilitas dan kedaulatan pangan lokal.
Pilar Belajar: Guru Sejahtera, Generasi Unggul
Pada pilar belajar, pembahasan mengarah pada kesejahteraan guru sebagai pilar kemajuan bangsa. Dalam diskusi disinggung alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, yang sebagian juga dipakai untuk program lain, termasuk program makan bergizi, sehingga rincian untuk sarana, gaji guru, dan biaya operasional murid perlu diperjelas.
Mengemuka pula usulan standar gaji guru secara nasional, bukan sekadar disesuaikan dengan biaya hidup tiap daerah. Kata layak dalam rancangan undang-undang sistem pendidikan nasional dinilai masih multiinterpretasi dan perlu didefinisikan secara konkret, disertai penjaminan status dan kompetensi guru yang merata, termasuk di daerah terpencil dan sulit. Harapannya, Komisi X DPR dapat melahirkan undang-undang sistem pendidikan nasional yang baru dengan dasar yang jelas tentang guru yang sejahtera.
Penutup: Rawat Optimisme
Diskusi ditutup dengan pesan yang patut dibawa pulang: masa depan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Negara, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama dengan keberanian mengambil keputusan dan konsistensi menjalankannya, menuju Indonesia Emas 2045.
Optimisme, dalam pesan penutup itu, bukan alasan untuk berdiam diri, melainkan tenaga untuk mencari jalan dan menghadirkan solusi. Indonesia yang kuat tumbuh dari kerja bersama yang terus dijaga, dimulai dari daerah, dari gagasan hari ini, untuk Indonesia esok hari.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Survei PPI: Erick Thohir Masuk 3 Besar Menteri Berkinerja Terbaik

MBG Dinilai Bisa Bantu Lahirkan Petinju Kelas Berat Masa Depan

Rico Waas Dipuji Wujudkan Medan BERTUAH: Bantuan Kuliah, Ijazah Ditebus, hingga Sampah Diangkut

Mendagri Tito Pastikan Regulasi Dipermudah demi Wujudkan 3 Juta Rumah untuk Rakyat Kecil

Kenapa Gen Z Israel Berbondong-bondong Dukung Kubu Kanan Jauh

150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres
Berita Terkini
Lihat Semua
Dinilai Ber-IQ di Atas Rata-Rata, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Diduga Butuh Dua Hari Hapus Jejak

Khozinudin Cs Datangi Kemenko Kumham Imipas, Minta Yusril Kaji Polemik Ijazah Gibran

Bahlil Akan Kunjungi India dan China untuk Pastikan Pasokan BBM Indonesia

Yusril: Bila Rumus Korupsi Indonesia Dipakai di Singapura dan Jepang, Kasusnya Bisa Sama Banyak

