Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 12.000 Dievakuasi
Oleh Redaksi Intarta
Jumat, 23 Okt 2026 12:58 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Gempa bumi kuat mengguncang Tibet di barat daya Tiongkok pada Kamis malam, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 65 orang lainnya, demikian dilaporkan media pemerintah Tiongkok.
Ratusan rumah di kawasan Himalaya yang terpencil itu runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,0, lapor kantor berita Xinhua.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan "upaya pencarian dan penyelamatan habis-habisan" untuk menemukan orang-orang yang hilang, memberikan "pengobatan medis segera bagi yang terluka", serta menyerukan "segala upaya untuk meminimalkan korban," kata Xinhua.
Gempa ini merupakan yang terkuat melanda kawasan tersebut dalam lima tahun terakhir, kata penyiar CCTV, dan yang paling kuat mengguncang Tiongkok sejak Januari 2024.
Skala Kerusakan
Setidaknya 339 bangunan tempat tinggal dan 20 kandang ternak runtuh, kata pejabat pemerintah setempat menurut media pemerintah. Dari 65 orang yang terluka, 11 orang dalam kondisi serius.
Upaya penanggulangan bencana masih berlangsung sementara para pejabat menilai skala kerusakan. Xinhua melaporkan jaringan listrik dan komunikasi ke wilayah tersebut juga terganggu.
Lebih dari 1.600 personel dari wilayah setempat telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan. Lebih dari 12.000 orang telah dievakuasi, kata media pemerintah.
Episentrum dan Kawasan Terdampak
Episentrum gempa berada sekitar 190 kilometer timur laut Nagqu, kota yang berjarak sekitar 300 kilometer di utara ibu kota Tibet, Lhasa, kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Kawasan pegunungan itu jarang penduduknya.
Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Gempa dangkal (hingga 70 kilometer) dianggap lebih berbahaya dan merusak.
Gempa bumi relatif umum terjadi di Tiongkok. Pada Januari 2025, gempa di dekat Gunung Everest di wilayah Tingri, Tibet, menewaskan sedikitnya 126 orang. Pada 2010, sedikitnya 2.698 orang tewas ketika gempa bermagnitudo 7,1 melanda provinsi Qinghai, yang bertetangga dengan Tibet.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Rusia Serang Kramatorsk Tiga Kali dalam Sehari, Empat Orang Tewas

Rudal Rusia Menghantam Kyiv, Tepat saat AS Mendorong Perundingan Damai

Serangan di Bandara King Fahd Dammam Tewaskan 1 Orang, 8 Lainnya Luka-luka

Dituduh Serang Drone di Sudan, Tentara Sudan Ditunjuk Jadi Dalang Tewasnya Ratusan Warga Sipil
Berita Terkini
Lihat Semua
IUCN Peringatkan: 96 Persen Terumbu Karang Dunia Terancam Runtuh pada 2075

Ribuan Warga Polandia Turun ke Jalan Tuntut Pelonggaran Aturan Aborsi

AI Microsoft Bisa Mendiagnosis Bertahap seperti Dokter, Akurasi Dua Kali Lipat

Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

