L'Oreal Akui Penjualan Kosmetik Terdampak Maraknya Obat Penurun Berat Badan
Oleh Redaksi Intarta
Jumat, 23 Okt 2026 12:52 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Raksasa industri kecantikan L'Oreal mengakui bahwa maraknya penggunaan obat penurun berat badan telah memengaruhi penjualan produk kecantikan dan perawatan kulit. Perusahaan asal Prancis itu bahkan mulai merancang produk yang secara khusus ditujukan untuk mengatasi efek samping dari penurunan berat badan yang cepat.
Kepala eksekutif L'Oreal, Nicolas Hieronimus, menyampaikan hal tersebut dalam panggilan dengan para investor. Menurutnya, pasar kecantikan masih menunjukkan ketahanan di tengah konteks global yang menantang, dan fenomena penggunaan GLP-1 menjadi hal yang "sangat penting bagi kami".
"Peningkatan penggunaannya berdampak pada konsumsi produk kecantikan, dan khususnya konsumsi perawatan kulit," ujar Hieronimus.
Penjualan Kuartal Ketiga Melampaui Ekspektasi
L'Oreal, yang menaungi merek-merek populer seperti Maybelline dan La Roche-Posay, mengumumkan pada Kamis bahwa penjualan pada tiga bulan hingga September naik 7,7 persen, melampaui ekspektasi para analis.
Penggunaan GLP-1 melonjak popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir. Obat-obatan yang awalnya dikembangkan untuk diabetes seperti Ozempic, Wegovy, dan Mounjaro ternyata juga mampu menurunkan berat badan secara signifikan karena menekan nafsu makan.
Produk Khusus untuk Efek Samping GLP-1
Meskipun bukan disebabkan langsung oleh obat GLP-1, penurunan berat badan yang cepat dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kendur pada sebagian orang, termasuk di area wajah.
Hieronimus menyebut merek-merek L'Oreal, SkinCeuticals dan Kiehl's, telah memiliki produk "yang dirancang untuk bekerja berdampingan dan melengkapi GLP-1 serta efek sampingnya terhadap kulit kendur" dan efek lain yang berkaitan dengan penurunan berat badan yang cepat.
L'Oreal juga memperdalam langkahnya ke ranah estetika klinis. Pada Desember lalu, perusahaan meningkatkan kepemilikannya di perusahaan dermatologi Galderma menjadi 20 persen.
Menurut Reuters, kedua perusahaan secara terpisah telah menguji produk pada pengguna GLP-1 yang khawatir dengan kulit kendur dalam uji klinis yang berbeda. Galderma memiliki produk estetika populer seperti Sculptra, suntikan yang bertujuan merangsang produksi kolagen, dan Restylane, pengisi dermal suntik.
Tahun lalu, perusahaan estetika itu merilis laporan mengenai meningkatnya penggunaan GLP-1 dan kekhawatiran terkait perubahan tampilan wajah. Surveinya terhadap para pengguna obat penurun berat badan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka menyadari adanya perubahan pada tampilan wajah setelah menggunakan obat-obatan tersebut.
Sumber: BBC News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Airlangga Bidik Rp150 Triliun yang 'Lari' ke Luar Negeri Lewat Pasien Berobat

Produksi Dipangkas, 18 Emiten Batu Bara RI Malah Untung Besar-besaran

5 Tips Skincare untuk Kulit Glowing Tanpa Perawatan Klinik ala Christina Immanuel

Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah Diabetes

Rahasia Kulit Cerah ala Ririe Prams: Kunci Basic Skincare C-T-C-M-P plus Pola Hidup Seimbang

Komdigi Bantah Minta Platform Turunkan Konten Karhutla di Medsos
Berita Terkini
Lihat Semua
Ribuan Warga Polandia Turun ke Jalan Tuntut Pelonggaran Aturan Aborsi

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 12.000 Dievakuasi

AI Microsoft Bisa Mendiagnosis Bertahap seperti Dokter, Akurasi Dua Kali Lipat

Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

