Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Oleh Redaksi Intarta
Jumat, 23 Okt 2026 12:55 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Hampir seluruh Taiwan lumpuh pada Jumat (23/10/2026) menjelang kedatangan Topan Champi yang diperkirakan membawa angin kencang dan hujan deras. Meski badai melemah, otoritas menyebut Champi masih berpotensi mendarat langsung di pulau itu.
Champi sempat menjadi topan super dan salah satu badai terkuat di Pasifik tahun ini. Menurut Badan Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Taiwan, badai ini masih membawa embusan angin sekitar 191 kilometer per jam di dekat pusatnya.
Baca Juga:
Misteri Amelia Earhart Belum Terpecahkan, Ekspedisi ke Nikumaroro Pulang dengan Tangan HampaBadai itu berada sekitar 320 kilometer di timur ujung selatan Taiwan. Jalur yang diperkirakan menunjukkan badai akan melewati lepas pantai timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pesisir Tiongkok, dan akhirnya bergerak ke Jepang selatan.
Pendaratan Langsung Belum Bisa Dikesampingkan
Prakirawan CWA Liu Pei-teng mengatakan kepada Reuters bahwa pendaratan langsung tidak bisa dikesampingkan apabila badai "berhenti, berputar, atau bergoyang dari sisi ke sisi" saat mendekati Taiwan.
"Radius angin badai ini cukup besar, termasuk di antara yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir," kata Liu. "Jika badai melambat, angin kencang akan memengaruhi Taiwan lebih lama."
Warga kota-kota pesisir menerima peringatan lewat ponsel yang mewanti-wanti embusan angin melebihi 150 kilometer per jam serta mendesak warga segera mencari perlindungan. Sementara itu, hujan hampir satu meter diperkirakan mengguyur daerah pegunungan utara, termasuk sekitar Taipei.
Kesiapsiagaan di Yilan dan Suao
Di wilayah Yilan di timur laut, tempat angin kencang dan hujan deras kian menguat dan badai diperkirakan melintas dekat pada Jumat malam, otoritas membagikan karung pasir serta menyiagakan kendaraan amfibi dan perahu karet penyelamat.
"Bila diperlukan, militer akan turun membantu warga, termasuk menggunakan kendaraan amfibi untuk evakuasi atau penanggulangan bencana," kata Lee Ming-chen, kepala kota pelabuhan Suao, yang pernah dilanda banjir parah pada topan-topan sebelumnya.
Pasar Keuangan Tutup, Ratusan Penerbangan Batal
Para prakirawan Taiwan menyebut radius badai sekitar 320 kilometer, cukup besar untuk menutupi sebagian besar Taiwan, dan para pakar cuaca memperkirakan dampaknya bisa berlangsung hampir dua hari.
Pasar keuangan Taiwan juga tutup pada Jumat, sementara hanya kepulauan Kinmen yang dikuasai Taiwan dan terletak di samping pesisir Tiongkok yang membuka sekolah dan kantor seperti biasa.
Kementerian perhubungan menyatakan seluruh 262 penerbangan domestik dibatalkan pada Jumat, beserta 669 penerbangan internasional. Layanan kereta cepat utara–selatan beroperasi seperti biasa.
Di ibu kota Taipei, hujan sesekali turun deras, tetapi transportasi umum termasuk kereta bawah tanah tetap berjalan, meski dengan layanan yang dikurangi.
Taiwan umumnya sangat siap menghadapi topan, sehingga jumlah korban tetap rendah. Meski badai lebih umum terjadi pada musim panas, topan juga bisa melanda pada musim gugur.
Topan ini diperkirakan pertama kali melewati Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat di Jepang di Prefektur Okinawa.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Misteri Amelia Earhart Belum Terpecahkan, Ekspedisi ke Nikumaroro Pulang dengan Tangan Hampa

Sesumbar Trump: AS Sudah Lumpuhkan Iran, Rusia dan China Disebut Tak Berperan

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 12.000 Dievakuasi

Comeback Dramatis! Borneo FC Hantam Tainan City 3-1 dan Melaju ke Perempat Final AFC Challenge League

Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap

Tanpa Almamater, BEM UI Gelar Demo di Tugu Tani Tandai Dua Tahun Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Lihat Semua
Ribuan Warga Polandia Turun ke Jalan Tuntut Pelonggaran Aturan Aborsi

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 12.000 Dievakuasi

AI Microsoft Bisa Mendiagnosis Bertahap seperti Dokter, Akurasi Dua Kali Lipat

Kelompok HAM Khawatir Agen ICE Intimidasi Pemilih di Pemilu Sela AS 2026

