OlahragaArtikel

Gol Injury Time Babak Pertama Jadi Penentu Gelar Piala Super

Redaksi Intarta

Oleh

Gol Injury Time Babak Pertama Jadi Penentu Gelar Piala Super
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Dominasi di kompetisi domestik kembali ditegaskan. Dalam duel Der Klassiker melawan sang rival di markas lawan, Minggu dini hari WIB, tim tamu menang 2-1 dan mengangkat trofi Piala Super 2026.

Gelar ini melengkapi treble domestik musim lalu. Setelah sebelumnya mengunci gelar liga dan piala domestik, kini giliran Piala Super yang jadi milik mereka. Lawan datang ke laga ini dengan status runner-up liga musim lalu.

Baca Juga:Drama Penalti Gagal dan Gol Menit Akhir Warnai Duel Sengit Papan Atas

Unggul Dua Gol di Babak Pertama

Tim tamu tampil lebih dulu unggul pada menit ke-28. Umpan Michael Olise dituntaskan Nathaniel Brown dengan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Gregor Kobel. Tuan rumah sempat menyamakan kedudukan tiga menit menjelang turun minum lewat gol Ramy Bensebaini, namun wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR memastikan posisi Bensebaini offside.

Kegagalan itu justru berbuntut panjang bagi tuan rumah. Tepat di masa injury time babak pertama, Olise kembali beraksi. Kali ini ia menembus kotak penalti sebelum melepaskan tembakan jarak dekat yang gagal dihentikan Kobel. Tim tamu pun unggul 2-0 saat turun minum.

Baca Juga:Tiga Gol di Babak Pertama Akhiri Derbi Sengit, Rekor Buruk Rival Kian Panjang

Perlawanan Babak Kedua dan Kartu Merah

Tertinggal dua gol bukan berarti tuan rumah menyerah. Mereka terus menekan di babak kedua dan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Tembakan Fabio Silva berubah arah setelah membentur pemain lawan, mengecoh kiper senior Manuel Neuer dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Namun harapan comeback tuan rumah kandas di menit-menit akhir. Bensebaini, yang golnya sempat dianulir di babak pertama, justru harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah pada menit ke-90 akibat tekel keras terhadap Ismael Saibari. Bermain dengan 10 orang membuat tuan rumah kian kesulitan mengejar ketertinggalan, dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Dengan gelar ini, tim pemenang kini mengoleksi 12 trofi Piala Super, jauh unggul dibanding sang rival yang baru mengantongi enam trofi dari kompetisi yang kini bernama Franz Beckenbauer Supercup tersebut.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua