Masa Depan Dragon Age Kian Suram, Produser Lama Ragu Ada Seri Baru
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Kabar kurang menggembirakan datang bagi penggemar gim peran Dragon Age. Mark Darrah, produser eksekutif yang mengawal seri ini sejak Origins hingga Inquisition, menilai peluang hadirnya gim Dragon Age baru sangat kecil, meski penerbitnya belum pernah menyatakan waralaba itu resmi dihentikan.
Penilaian itu muncul setelah The Veilguard, seri terbaru, disebut tidak mencapai target penjualan yang ditetapkan Electronic Arts (EA). Kegagalan tersebut diikuti langkah EA yang menjauhi proyek itu dan menutup BioWare, studio pengembangnya.
Baca Juga:Menabung Berdua Tanpa Drama: Cara Kompak Mengatur Uang dan Membangun Masa DepanHubungan Rumit dengan Penerbit
Darrah menggambarkan proses membuat gim di bawah EA bukan perkara mudah. Ia mengutip perumpamaan yang pernah didengarnya, bahwa EA seperti dana investasi yang kebetulan memiliki bisnis sampingan berupa gim video, dan tampak menyesali besarnya biaya untuk hobi itu.
Menurutnya, EA menyimpan banyak kekayaan intelektual yang dibiarkan menganggur tanpa proyek aktif. Namun ia mengaku tidak tahu siapa yang berani mengajukan proposal Dragon Age baru, mengingat kerumitan internal yang menyertai setiap upaya menghidupkan kembali IP lama.
Baca Juga:Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Pelan Menuju Tabungan yang TerasaIa juga menyinggung pola yang kerap terjadi: begitu ada pihak yang hendak menggarap IP yang sudah ada, muncul beberapa pihak yang merasa berhak mengendalikan proyek itu, hingga rencana akhirnya kandas di tengah jalan. Pola serupa, kata Darrah, bisa terulang bila pihak di luar BioWare mencoba mengajukan Dragon Age baru.
Dua Asumsi yang Belum Pasti
Optimisme Darrah sendiri bertumpu pada dua asumsi besar: BioWare tetap bertahan, dan EA mengizinkan pihak mana pun membuat Dragon Age baru. Keduanya bukan kepastian, apalagi di tengah kabar akuisisi EA oleh konsorsium investor yang disebut melibatkan dana kekayaan negara asing, proses yang menurut laporan bisa membuat EA menanggung utang besar dan memangkas proyek yang dianggap kurang penting.
Di tengah ketidakpastian itu, proyek Mass Effect baru dilaporkan masih berjalan di BioWare, tanda studio tersebut belum sepenuhnya berhenti meski kehilangan tim Dragon Age.
Pandangan senada datang dari David Gaider, mantan penulis utama seri ini, yang pada Juni lalu menilai para eksekutif EA cenderung menganggap Dragon Age tidak esensial, karena mereka tidak pernah benar-benar memahami waralaba tersebut. Ia bahkan menyebut kesuksesan Inquisition yang melampaui ekspektasi tetap dipandang EA sebagai kebetulan, bukan bukti potensi jangka panjang.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Menabung Berdua Tanpa Drama: Cara Kompak Mengatur Uang dan Membangun Masa Depan

Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Pelan Menuju Tabungan yang Terasa

Penerbit Kanada Putus Kerja Sama dengan Novelis Haiti karena Dugaan Penggunaan AI

India Luncurkan Satelit NVS-03, Perkuat Alternatif GPS Buatan Sendiri

Pengen Kaya Saja Tidak Cukup: Lima Alasan Banyak Orang Gagal Meski Sudah Kerja Keras

Zverev Ukir Sejarah, Petenis Jerman Pertama dalam 35 Tahun yang Jadi Nomor 1 Dunia
Berita Terkini
Lihat Semua
Kronologi Peretasan Terbesar: Dana Rp114 Triliun Raib dalam Sekejap

PKB Kaji Serius Opsi Hak Angket Usai Putusan soal Surat Ijazah

Pemimpin Tertinggi Bersumpah Balas Setiap Serangan dengan Tanggapan Tanpa Batas

Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran


