Pengadilan Larang Raksasa Medsos Pakai Konten Pers untuk Latih AI, Denda Miliaran per Hari
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
SAO PAULO - INTARTA.com - Pengadilan negara bagian Sao Paulo memerintahkan Meta, perusahaan pemilik Facebook, Instagram, Threads, dan WhatsApp, untuk menghentikan pengumpulan konten dari sejumlah media guna melatih model kecerdasan buatan (AI) miliknya.
Putusan sela yang dikeluarkan pada 3 November itu diperoleh kantor berita AFP setelah tiga asosiasi pers nasional mengajukan gugatan perdata terhadap Meta. Dalam gugatan tersebut, para penggugat menuduh raksasa media sosial itu menuntut akses gratis terhadap konten media sebagai syarat agar media-media tersebut dapat terus menggunakan platform miliknya.
Baca Juga:Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar DolarHakim menetapkan denda sebesar 1 juta real Brasil, atau lebih dari Rp3 miliar per hari, apabila Meta tidak mematuhi perintah pengadilan tersebut.
Ketentuan Layanan Baru Jadi Pemicu
Sengketa ini bermula dari ketentuan layanan baru bagi pengguna bisnis yang disiapkan Meta dan dijadwalkan mulai berlaku pada 20 November. Dalam ketentuan itu, Meta memasukkan persyaratan yang memberi perusahaan akses terhadap konten media.
Baca Juga:Gugatan Baru Menyeret Perusahaan AI Usai Kematian Seorang PenggunaBagi asosiasi pers, persyaratan tersebut menempatkan media pada posisi yang tidak adil: menolak berarti kehilangan akses ke platform yang menjadi jalur distribusi utama berita, menerima berarti menyerahkan karya jurnalistik tanpa imbalan untuk melatih mesin.
Putusan yang Bisa Menjadi Preseden
Putusan pengadilan Brasil ini menambah daftar panjang pertarungan hukum antara perusahaan teknologi dan industri media di berbagai negara soal penggunaan konten berhak cipta untuk melatih AI. Selama ini perusahaan teknologi berargumen bahwa pelatihan model termasuk penggunaan wajar, sementara penerbit menilai karya mereka dipakai sebagai bahan baku komersial tanpa izin dan tanpa bayaran.
Bagi pembaca di Indonesia, perkara ini relevan karena pola yang sama sedang terbentuk di dalam negeri: media lokal bergantung pada platform global untuk menjangkau pembaca, sementara platform yang sama memakai konten mereka untuk mengembangkan layanan AI. Putusan di Brasil menunjukkan bahwa pengadilan dapat menjadi jalur bagi media untuk menegosiasikan posisi yang lebih setara, dan hasilnya bisa menjadi rujukan dalam perdebatan serupa di negara lain, termasuk Indonesia, soal perlindungan karya jurnalistik di era kecerdasan buatan.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Gugatan Baru Menyeret Perusahaan AI Usai Kematian Seorang Pengguna

Konten Judi Online Wajib Lenyap Paling Lambat Empat Jam

Arm Lampaui Perkiraan Pendapatan Berkat Dorongan AI dan Pusat Data

Anggaran Kecerdasan Buatan Karyawan Dipangkas di Tengah Pengetatan Biaya

Modal Jumbo untuk Startup yang Ingin Mengubah Cara Tim Penjualan Bekerja
Berita Terkini
Lihat Semua

Penghasilan Naik Turun, Keuangan Tetap Teratur dengan Rumus Tiga Kotak

Deportasi Turun Hampir Seperlima, Kepulangan Sukarela Justru Meningkat

Bareskrim Periksa Bonatua Silalahi soal Suket Pendidikan Gibran, Bawa Dua Buku Penelitian


