GadgetArtikel

Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Redaksi Intarta

Oleh

Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Tren penggunaan ponsel pintar di kalangan generasi Z perlahan mulai bergeser. Sebagian anak muda dilaporkan mulai jenuh dengan ketergantungan pada layar dan memilih pindah ke ponsel dengan fitur sederhana atau dumb phone.

Fenomena ini kian marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Influencer yang aktif mengampanyekan penggunaan dumb phone, Jose Briones, mengungkapkan bahwa segmen generasi Z kini gencar mencari alternatif untuk mengurangi waktu di depan layar.

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Menurut Briones, fenomena ini terlihat jelas pada populasi generasi Z tertentu yang mulai bosan dan lelah terus-menerus menatap layar ponsel pintar. Rasa jenuh terhadap paparan layar yang berlebihan itulah yang memicu anak muda berpaling ke ponsel jadul atau feature phone, yang hanya dibekali fungsi terbatas seperti panggilan suara dan pesan singkat, tanpa dibebani gempuran notifikasi media sosial.

Berkah bagi Ponsel Fitur Era 2000-an

Sikap kembali ke era jadul di kalangan anak muda ini menjadi berkah tersendiri bagi HMD Global, pemegang lisensi merek ponsel legendaris Nokia. Portofolio ponsel fitur era 2000-an mereka kembali diminati pasar.

Baca Juga:Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Laporan penjualan menunjukkan tren positif. Penjualan feature phone sempat melonjak hingga puluhan ribu unit per bulan pada 2022, di tengah lesunya pasar ponsel pintar secara global.

Kendati fenomena nostalgia ini makin populer di negara maju, pasar feature phone dunia sejatinya masih didominasi oleh negara-negara berkembang. Riset Counterpoint Research mencatat bahwa pasar feature phone global sebanyak 80 persen masih dikuasai oleh kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India.

Pasar Ponsel Pintar Tertekan

Sepanjang 2026, pasar ponsel pintar global juga terus tertekan akibat peningkatan harga komponen yang mendongkrak harga jual ke konsumen. Tren ini merupakan imbas kelangkaan chip memori global akibat lonjakan teknologi kecerdasan buatan.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan pengiriman ponsel pintar global merosot tajam hingga 20 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026. Kinerja ini menandai titik terendah industri ponsel pintar untuk periode kuartal ketiga sejak 2012.

Biaya komponen yang melonjak memaksa pabrikan mendongkrak harga eceran perangkat hingga rata-rata 20 persen sepanjang 2026. Sejumlah vendor asal China mengalami kejatuhan parah, sementara dua raksasa teknologi dunia, Samsung dan Apple, justru sukses mencetak rekor dan makin mendominasi pasar lewat strategi segmen premium mereka.

Xiaomi, OPPO, dan vivo menjadi korban paling babak belur akibat ketergantungan mereka pada volume penjualan di segmen entry-level hingga mid-range. Kenaikan harga komponen di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu membuat daya beli masyarakat melemah, terutama di segmen bawah dan menengah.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua