OlahragaBerita

Tujuh Pemain Naturalisasi Kembali Beraksi Setelah Sanksi Berakhir

Redaksi Intarta

Oleh

Tujuh Pemain Naturalisasi Kembali Beraksi Setelah Sanksi Berakhir
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Tujuh pemain naturalisasi yang sempat disanksi FIFA karena proses pendaftaran yang dinyatakan ilegal kini resmi bebas dari sanksi per 1 November 2026. Hak mereka sebagai pesepakbola profesional dipulihkan, sehingga mereka bisa kembali berlaga bersama klub masing-masing.

Ketujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueiredo, dan Hector Hevel. Saat ini Garces tercatat sebagai pemain Alaves, Machuca membela Independiente, dan Holgado diperkirakan bergabung dengan DPMM, sementara Irazabal, Palmero, Figueiredo, dan Hevel tercatat sebagai pemain Johor Darul Ta'zim.

Baca Juga:Baru Sehari Setengah Bersiap, Pelatih Baru Arema Hadapi Ujian Berat Lawan Dewa United

Dari Sanksi FIFA hingga Putusan CAS

Kasus ini bermula pada 26 September 2025, ketika Komite Disiplin FIFA menetapkan bahwa dokumen yang dipakai dalam pendaftaran ketujuh pemain itu palsu atau tidak sah. Federasi sepak bola Malaysia (FAM) didenda 350.000 franc Swiss atau setara Rp7,7 miliar, sedangkan para pemain dilarang beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan dan didenda Rp44 juta.

Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding FAM atas sanksi tersebut. Larangan FIFA tetap berlaku, dan CAS hanya mengurangi hukuman larangan aktivitas. Kini, setelah masa sanksi dijalani, para pemain itu dinyatakan sudah bisa tampil lagi untuk klubnya.

Baca Juga:PSMS Siapkan 31 Pemain untuk Rotasi di Jadwal Padat dan Laga Pembuka

Apa Artinya Bagi Klub dan Tim Nasional

Bagi klub, kembalinya ketujuh pemain ini langsung menambah pilihan di lini permainan, terutama bagi tim-tim yang selama ini kehilangan mereka selama masa sanksi. Liga sepak bola Malaysia (MFL) pun menilai naturalisasi mereka sah, sehingga para pemain yang berkiprah di liga setempat tetap bisa tampil dengan status pemain naturalisasi.

Namun, ada batas yang masih berlaku: mereka belum bisa bermain untuk tim nasional, karena FIFA tidak mengakui dokumen naturalisasi mereka. Jalan untuk kembali ke tim nasional hanya terbuka bila dokumen naturalisasi yang valid bisa dibuktikan. Perbedaan perlakuan ini penting dipahami suporter, sebab bebas membela klub tidak otomatis berarti bebas membela tim nasional.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi federasi mana pun, termasuk di Indonesia, bahwa proses naturalisasi harus ditempuh dengan dokumen yang benar-benar sah dan bisa diverifikasi. Satu kesalahan administrasi bisa berujung pada sanksi panjang, denda besar, dan karier pemain yang terhenti, padahal mereka tidak sedang menjalani masa puncak performanya untuk waktu yang lama.

Sumber: Indeks Waspada

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua