Bantah Tunggak Gaji Pemain, Klub Tegaskan Kewajiban Sudah Lunas
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Persija Jakarta memberikan klarifikasi setelah namanya masuk dalam daftar klub Super League yang masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pemain berdasarkan laporan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Manajemen Macan Kemayoran menegaskan seluruh kewajiban yang tercantum dalam laporan tersebut telah diselesaikan. Persija juga meluruskan bahwa persoalan yang dimaksud bukan berkaitan dengan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain.
Baca Juga:PSMS Siapkan 31 Pemain untuk Rotasi di Jadwal Padat dan Laga PembukaDalam laporan APPI tertanggal Jumat (6/11/2026), tercatat tujuh klub masih memiliki kewajiban pembayaran kepada 114 pemain dengan total nilai hampir Rp5 miliar. Dari tujuh klub tersebut, terdapat dua peserta Super League, yakni Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Kewajiban Diselesaikan di Hari yang Sama
Merespons laporan tersebut, Persija menyampaikan pernyataan resmi pada Sabtu (7/11/2026). Manajemen memastikan kewajiban yang tercatat dalam laporan APPI sudah dituntaskan pada hari yang sama ketika laporan diterbitkan.
Baca Juga:Gol Menit Akhir Marukawa Bawa Dewa United Balikkan Keadaan atas Persija"Berkaitan dengan rilis Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) tertanggal 6 November 2026, Persija memastikan seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama," tulis Persija.
"Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," lanjut pernyataan tersebut.
Bukan Tunggakan Gaji, Melainkan Bonus Penampilan
Selain memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan, Persija juga memberikan penjelasan mengenai jenis kewajiban yang masuk dalam laporan APPI. Manajemen menegaskan persoalan tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain. Kewajiban yang dimaksud adalah bonus penampilan salah satu pemain yang sebelumnya belum dituntaskan.
Meski begitu, Persija tidak mengungkap identitas pemain yang bersangkutan.
"Persija juga perlu memberikan penjelasan bahwa kewajiban yang dimaksud dalam laporan tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain," tulis manajemen Macan Kemayoran.
Apresiasi untuk Pengawasan Hak Pemain
Persija turut mengapresiasi perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menyatakan akan terus menjaga komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaan klub.
"Persija menghargai perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional dan akan terus berupaya menjaga komitmen serta tanggung jawab klub dalam setiap aspek pengelolaannya," lanjut pernyataan tersebut.
Laporan APPI ini menjadi pengingat bahwa transparansi pembayaran di sepak bola Indonesia masih perlu dijaga ketat. Bagi para pemain, gaji dan bonus bukan sekadar angka di kontrak, melainkan penopang kehidupan keluarga mereka. Pengawasan asosiasi pemain seperti APPI memberi tekanan positif agar klub menuntaskan kewajibannya tepat waktu, dan klarifikasi cepat dari klub yang dilaporkan membantu menjaga kepercayaan suporter serta publik terhadap kompetisi.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

PSMS Siapkan 31 Pemain untuk Rotasi di Jadwal Padat dan Laga Pembuka

Gol Menit Akhir Marukawa Bawa Dewa United Balikkan Keadaan atas Persija

Tujuh Pemain Naturalisasi Kembali Beraksi Setelah Sanksi Berakhir

Tuan Rumah Tumbang 1-3, Dua Pemain Diusir Wasit

Arsenal Berpeluang Jaga Puncak Klasemen Saat Jamu Hull City

Kartu Merah Mengubah Laga, Tim Tamu Pulang Tanpa Poin
Berita Terkini
Lihat Semua
Raksasa AI Bersiap Melantai di Bursa di Tengah Gelombang Penolakan Publik

AI Kini Membangun AI: Laporan Baru Ungkap Percepatan yang Bikin Peneliti Cemas

Hasil Pemilu Terbelah Tipis, Perebutan Kursi Pemerintahan Masih Terbuka

Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi


