Macron Bawa Pulang Komitmen 200.000 Ton Solar dari Tur Teluk
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 18:57 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Presiden Emmanuel Macron mengamankan komitmen pengiriman tambahan 200.000 ton solar per bulan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain selama tur Teluknya. Pengumuman Istana Élysée pada Selasa itu muncul di tengah krisis biaya hidup di Prancis, di mana harga dan kelangkaan bahan bakar menjadi salah satu pemicu kerusuhan akhir pekan lalu.
Macron tiba di Kuwait pada Senin untuk tur tiga hari yang juga mencakup UEA, Bahrain, dan Qatar. Élysée menyebut tujuannya mengamankan volume tambahan solar dan minyak serta menjajaki rute pelayaran alternatif, dengan ditemani para eksekutif senior TotalEnergies dan Engie.
Baca Juga:
Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 DitangkapRincian Kesepakatan
UEA memberikan komitmen sekitar 100.000 ton per bulan, sementara 100.000 ton lainnya akan diamankan saat pemberhentian Macron di Bahrain. Ditambah 95.000 ton yang sudah dijanjikan Arab Saudi (khusus Oktober–November), Prancis kini mengantongi komitmen 295.000 ton per bulan — sedikit di atas 10 persen konsumsi solarnya.
Kuwait memberikan "komitmen yang sangat jelas" untuk memasok solar dan bahan bakar jet ke Mayotte dan Réunion lewat Oman, menghindari Selat Hormuz yang lalu lintasnya terganggu sejak konflik AS–Iran. Pembicaraan juga berjalan dengan negara-negara kawasan untuk menekan biaya asuransi maritim agar kapal-kapal bisa membawa lebih banyak minyak lewat selat itu — belum ada yang disepakati.
Harga Belum Dijamin Turun
Élysée tidak menyebut apa arti kesepakatan itu bagi harga di pompa. Dengan pelepasan cadangan strategis Prancis, efeknya terhadap harga adalah sesuatu yang "belum bisa dikuantifikasi saat ini". Dengan kata lain, pemerintah merayakan kesepakatan pasokan yang tak bisa dijanjikan menurunkan harga bagi pengemudi.
Di dalam negeri, Prancis menarik 10 juta barel cadangan solarnya selama tiga bulan, dengan perkiraan pemerintah bisa memangkas harga pompa 12–18 sen per liter mulai sekitar 1 November. TotalEnergies secara terpisah berjanji memangkas 8–12 sen di SPBU-nya. Namun oposisi menyebut rencana itu tidak memadai atau "penipuan", dan pengemudi di banyak daerah melaporkan antrean panjang mencari pompa yang masih buka.
Macron mengaitkan lonjakan harga dengan gangguan Hormuz dan tetap berangkat meski kerusuhan biaya hidup pecah akhir pekan. Dalam pidato televisi Minggu malam, ia memastikan keberangkatan sesuai jadwal. PM Sébastien Lecornu menyebut pelepasan cadangan akan mulai meredakan harga dari 1 November dan tagihan listrik tidak akan naik musim dingin ini.
Sumber: France 24
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap

Protes Prancis Disebut Ledakan Kebencian terhadap Macron

Empat Negara Eropa Dilanda Kerusuhan, Demo Biaya Hidup di Prancis Paling Parah

Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Gelombang Protes Biaya Hidup di Prancis Menyebar ke Sejumlah Negara Eropa

Demo Biaya Hidup di Perancis Ricuh, Toko-toko Paris Dijarah Massa
Berita Terkini
Lihat Semua
Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

Kabut Asap Kembali Mengepung Palembang, Kualitas Udara Sentuh Level Berbahaya

