FinansialArtikel

Bitcoin Turun, Produk Baru Tawarkan Penghasilan Bulanan

Redaksi Intarta

Oleh

Bitcoin Turun, Produk Baru Tawarkan Penghasilan Bulanan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Harga Bitcoin sedang berada di salah satu fase paling suram sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Di tengah situasi itu, manajer aset raksasa BlackRock justru meluncurkan produk investasi baru yang menawarkan sesuatu yang selama ini tidak pernah dimiliki Bitcoin: penghasilan rutin bulanan.

Perlu diluruskan dulu, beberapa angka penurunan Bitcoin yang beredar kerap tertukar karena mengacu ke periode berbeda. Berdasarkan data awal Agustus 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 62 ribuan dolar, turun sekitar 44 persen dibanding setahun sebelumnya. Jika dihitung sejak awal 2026 saja, penurunannya sekitar 27 persen, sementara dibanding level tertinggi sepanjang masa di kisaran 126 ribu dolar, koreksinya mendekati separuh dari puncaknya.

Baca Juga:Dolar Melemah Jelang Pemilu Sela, Bitcoin Mulai Stabil Setelah Peretasan Raksasa

Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di kisaran 57 ribuan dolar pada awal Juli, sebelum berangsur pulih ke kisaran 63 ribuan dolar. Sejumlah analis menyebut tekanan jual diperberat sikap bank sentral yang cenderung menahan suku bunga tinggi, derasnya dana keluar dari ETF Bitcoin, serta ketegangan geopolitik yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

IBIT Tidak Memberi Penghasilan Tambahan

Dampak penurunan itu ikut terasa pada iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT), produk ETF Bitcoin spot terbesar milik BlackRock yang melacak harga Bitcoin secara langsung. Sejak diluncurkan Januari 2024 dengan biaya pengelolaan tahunan 0,25 persen, IBIT dirancang sesederhana mungkin: naik ketika Bitcoin naik, turun ketika Bitcoin turun, tanpa mekanisme yang menahan penurunan atau memberi hasil tambahan saat harga stagnan.

Baca Juga:Binance Tangguhkan Perdagangan Usai Dugaan Peretasan Bernilai 6,3 Miliar Dolar AS

BITA, Produk Pelengkap Berstrategi Covered Call

Di titik itulah BlackRock memperkenalkan produk pelengkap bernama iShares Bitcoin Premium Income ETF dengan kode saham BITA, yang mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 16 Juni 2026. Berbeda dari IBIT, BITA dirancang khusus untuk menghasilkan pendapatan bulanan lewat strategi opsi yang dikenal sebagai covered call.

Cara kerjanya cukup teknis, tapi intinya bisa disederhanakan begini: BITA memegang kombinasi Bitcoin secara langsung dan saham IBIT, lalu menjual opsi beli atas sekitar 25 hingga 35 persen dari portofolionya setiap bulan. Pembeli opsi itu membayar semacam premi di muka kepada BITA, dan premi inilah yang kemudian dibagikan ke pemegang saham BITA sebagai distribusi bulanan.

BlackRock menargetkan tingkat distribusi tahunan di kisaran 15 hingga 25 persen, meski tidak ada jaminan angka itu selalu tercapai karena bergantung pada tingkat volatilitas pasar Bitcoin. Biayanya dipatok 0,65 persen per tahun, lebih tinggi dari IBIT, tapi menurut sejumlah laporan industri angka ini masih lebih rendah dibanding kompetitor sejenis yang sudah lebih dulu ada, seperti BTCI milik NEOS atau YBTC milik Roundhill yang mematok biaya mendekati 0,95 hingga 0,99 persen.

Distribusi Sudah Mengalir Sejak Juli

Menurut laporan 24/7 Wall Street awal Agustus 2026, BITA sudah menghimpun dana kelolaan sekitar 558 juta dolar sejak diluncurkan, dengan distribusi bulan Juli sekitar 0,52 dolar per saham dan distribusi Agustus naik menjadi sekitar 0,80 dolar per saham. Jika disetahunkan, angka ini setara sekitar 9,59 dolar per saham, cukup besar dibandingkan harga saham BITA yang berkisar di angka 50-an dolar.

Harganya: Potensi Cuan Terpangkas

Skema seperti ini bukan tanpa harga. Konsekuensi utama dari strategi covered call adalah potensi keuntungan yang terpangkas saat Bitcoin melonjak tajam. Karena BITA sudah menjual sebagian kenaikan harganya lewat opsi yang diterbitkan, ketika Bitcoin melesat kencang, kenaikan harga BITA biasanya tidak akan setinggi kenaikan Bitcoin itu sendiri atau IBIT.

Sebaliknya, saat pasar bergerak datar atau justru turun, premi dari opsi yang terjual bisa membantu menahan kerugian sekaligus tetap memberi arus kas ke investor, sesuatu yang tidak didapat pemegang IBIT maupun Bitcoin secara langsung.

Catatan Pajak dan Pesaing Sejenis

Ada juga aspek teknis lain yang layak diperhatikan calon investor: BITA tidak terdaftar sebagai perusahaan investasi di bawah Investment Company Act 1940 seperti reksa dana atau ETF pada umumnya, melainkan berstruktur trust dengan pelaporan pajak model Schedule K-1, hal yang bisa berdampak pada cara pajaknya dihitung dan berpotensi lebih rumit dibanding ETF konvensional.

BITA juga bukan satu-satunya produk sejenis di pasar. Beberapa ETF Bitcoin berbasis covered call lain sudah lebih dulu eksis, seperti BTCI, YBTC, dan BAGY, dengan tingkat distribusi yang dilaporkan bahkan lebih tinggi, berkisar 27 hingga 42 persen per tahun tergantung produk dan periode. Namun performa harga ketiganya, menurut sejumlah laporan pasar, tercatat kalah dibanding harga spot Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir, konsekuensi wajar dari strategi yang memang menukar potensi kenaikan harga dengan pendapatan rutin.

Kehadiran BITA pada dasarnya menawarkan pilihan baru bagi investor yang sudah mantap dengan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, tapi ingin mendapat sesuatu selama menunggu harga pulih, alih-alih hanya menyaksikan nilai portofolionya naik-turun tanpa hasil apa pun di tengah jalan. Meski begitu, produk ini tetap membawa risiko yang sama seperti aset kripto pada umumnya: harganya tetap mengikuti pergerakan Bitcoin, termasuk saat harga itu jatuh.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua