Dolar Melemah Jelang Pemilu Sela, Bitcoin Mulai Stabil Setelah Peretasan Raksasa
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
LONDON - INTARTA.com - Dolar melemah dan euro menguat pada Senin ketika para investor bersiap menghadapi pekan padat yang didominasi pemilu sela dan keputusan suku bunga bank sentral di sejumlah negara. Di pasar kripto, bitcoin dan ether sedikit memantul setelah peretasan rekor senilai 6,3 miliar dolar mengguncang bursa Binance pekan lalu.
Dolar tercatat turun 0,3 persen ke level 101,63 terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah sempat menyentuh titik terendah dalam sebulan. Kepala strategi valuta asing Societe Generale, Kit Juckes, menilai pasar sedang lebih berani mengambil risiko seiring turunnya harga minyak, sehingga tekanan terhadap dolar bertambah.
Baca Juga:Binance Tangguhkan Perdagangan Usai Dugaan Peretasan Bernilai 6,3 Miliar Dolar ASPemilu Sela dan Bank Sentral Jadi Sorotan
Warga pemilih dijadwalkan menuju tempat pemungutan suara pada Selasa untuk menentukan apakah Partai Demokrat bisa merebut kendali Kongres dari Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump. Demokrat diprediksi luas memenangi DPR, sementara perebutan Senat masih lebih terbuka. Data lapangan kerja Oktober juga dijadwalkan rilis pekan ini.
Euro naik 0,5 persen ke 1,1212 dolar, mengabaikan revisi prospek Prancis oleh Fitch dari stabil menjadi negatif. Sterling naik tipis ke 1,3414 dolar, sementara yen sedikit melemah ke 157,87 per dolar. Dolar Australia melemah tipis ke 0,7008 dolar menjelang keputusan bank sentralnya pada Selasa, yang diperkirakan luas menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi hampir dua dekade, yakni 4,85 persen.
Baca Juga:Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah, Miliaran Dolar Raib dalam Hitungan MenitDi pasar kripto, bitcoin naik 0,2 persen ke 77.976,98 dolar setelah sempat jatuh ke titik terendah enam pekan pada Jumat, sedangkan ether naik 1,3 persen ke 2.291,57 dolar. Nasabah Binance menarik dana 3,64 miliar dolar atau 2,1 persen dari aset bursa itu sejak layanan kembali berjalan, setelah peretas mencuri 6,3 miliar dolar dalam pembobolan yang menurut FBI didalangi Korea Utara. Binance menyatakan penarikan mulai stabil setelah lonjakan awal dan volume setoran tetap besar.
Peneliti senior HashKey Group, Tim Sun, menilai guncangan itu belum memicu kepanikan luas atau penarikan massal yang terkonsentrasi. Sebagian arus keluar kemungkinan merupakan penarikan normal dan penyesuaian aset, sementara sebagian investor memilih menyebar risiko lewat dompet penyimpanan sendiri. Bagi pembaca Indonesia, gejolak ini relevan karena pergerakan dolar dan harga minyak dunia ikut memengaruhi nilai tukar rupiah, harga bahan bakar, hingga harga aset kripto yang diperdagangkan di bursa lokal. Di tengah pekan penuh keputusan bank sentral, pelaku pasar disarankan mencermati data ekonomi yang dirilis, bukan sekadar mengikuti arah sesaat.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Binance Tangguhkan Perdagangan Usai Dugaan Peretasan Bernilai 6,3 Miliar Dolar AS

Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah, Miliaran Dolar Raib dalam Hitungan Menit

Nilai Rupiah Belum Beranjak dari Rp 18.100-an, Gejolak Politik Dalam Negeri Jadi Beban Tambahan

Aset Kripto Rp109 Triliun Raib dari Bursa Terbesar, Tudingan Mengarah ke Operasi Peretas

Indeks Saham Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan di Awal Sesi

Harga Logam Mulia Terjun ke Level Terendah Setahun, Masih Bisa Turun Lebih Dalam?
Berita Terkini
Lihat Semua
Tujuh Anggota Satuan Narkoba Dimutasi karena Diduga Langgar Prosedur

Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

Saksi Ungkap Jalur Perkenalan dengan Mantan Pejabat Kejaksaan dalam Sidang Dugaan Pemerasan

