TeknologiArtikel

Bukan Sekadar Chat, Ini Cara Telegram Jadi Penyimpanan File Gratis

Redaksi Intarta

Oleh

Bukan Sekadar Chat, Ini Cara Telegram Jadi Penyimpanan File Gratis
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Banyak pengguna mengenal Telegram hanya sebagai aplikasi pesan instan alternatif. Padahal, aplikasi buatan Pavel Durov ini punya berbagai fitur yang membuatnya lebih menyerupai platform produktivitas berbasis cloud daripada sekadar aplikasi berkirim pesan. Di berbagai negara, Telegram dimanfaatkan untuk bekerja, menyimpan dokumen, berbagi file berukuran besar, hingga membangun komunitas dengan ratusan ribu anggota.

Semua Data Tersimpan di Cloud

Baca Juga:Bukan Besarnya Gaji, tapi Cara Menyimpan: Lima Kebiasaan yang Membuat Uang Terus Bekerja

Keunggulan utama Telegram adalah sistem penyimpanan berbasis cloud. Pesan, foto, video, maupun dokumen tidak hanya tersimpan di perangkat, tetapi juga berada di server Telegram. Akibatnya, ganti ponsel tidak perlu proses restore backup, menghapus lalu memasang ulang aplikasi membuat seluruh chat tetap muncul setelah login, dan tidak perlu memindahkan database seperti pada beberapa aplikasi pesan lain.

Unggah File Hingga 2 GB Gratis

Telegram memungkinkan pengguna mengirim berbagai jenis file tanpa harus mengompresnya. Pengguna gratis bisa mengunggah hingga 2 GB per file, sementara pelanggan Premium hingga 4 GB per file. File yang dikirim juga tetap mempertahankan kualitas aslinya, baik video, foto, dokumen PDF, file ZIP, maupun jenis lainnya, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai media penyimpanan dan berbagi file pekerjaan maupun arsip pribadi.

Baca Juga:Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Saved Messages Jadi Ruang Pribadi

Banyak pengguna memanfaatkan fitur Saved Messages sebagai ruang penyimpanan pribadi untuk dokumen penting, foto, video, tautan, catatan, dan file pekerjaan. Karena tersimpan di cloud, file tersebut tetap dapat diakses dari berbagai perangkat selama akun masih aktif. Telegram juga tidak menerapkan konsep kuota penyimpanan seperti layanan cloud drive pada umumnya: selama file masih dalam batas ukuran unggahan yang diperbolehkan, pengguna dapat menyimpan banyak dokumen tanpa membeli ruang tambahan.

Berbeda dengan layanan pesan lain yang melakukan kompresi otomatis, Telegram memberi pilihan mengirim file sebagai Document sehingga foto maupun video tetap berada dalam kualitas asli, termasuk resolusi dan metadata tertentu. Fitur ini cukup membantu fotografer, editor video, maupun pekerja kreatif yang membutuhkan kualitas file seperti aslinya.

Multi Perangkat, Grup Besar, dan Bot

Satu akun Telegram dapat digunakan bersamaan di ponsel Android, iPhone, tablet, laptop, komputer Windows, macOS, Linux, hingga browser web, dengan seluruh aktivitas tersinkronisasi otomatis. Lewat fitur Group dan Supergroup, jumlah anggota dapat mencapai ratusan ribu, dilengkapi polling, bot otomatis, moderator, topik diskusi, dan pencarian pesan yang cepat. Sementara Channel hanya memungkinkan administrator mengirim postingan sehingga cocok untuk media berita, komunitas, perusahaan, organisasi, kreator konten, dan penyampaian informasi resmi, dengan jumlah pelanggan yang bisa mencapai jutaan.

Dukungan Bot menjadi pembeda lain: bot dapat dipakai untuk mengunduh file, membuat pengingat, menerjemahkan bahasa, melakukan polling, mengelola komunitas, hingga menghubungkan layanan otomatis melalui API. Sebagian pengguna bahkan menjadikan Telegram sebagai lokasi cadangan berbagai file pribadi, mulai dari foto dan video hingga dokumen pekerjaan.

Apakah Telegram Sepenuhnya Aman?

Tidak ada layanan digital yang benar-benar aman. Telegram menyediakan verifikasi dua langkah, pemantauan sesi login, Secret Chat dengan enkripsi end-to-end untuk percakapan tertentu, dan pengaturan penghapusan otomatis pesan. Namun keamanan juga bergantung pada perilaku pengguna. Untuk file yang bersifat rahasia, disarankan mengenkripsi arsip menggunakan aplikasi seperti 7-Zip atau WinRAR dengan kata sandi sebelum mengunggahnya ke layanan cloud mana pun, dan tidak mengandalkan satu layanan sebagai satu-satunya lokasi cadangan.

Meski fiturnya banyak, aplikasi pesan lain tetap lebih dominan karena hampir semua kontak sudah menggunakannya, menjadi standar komunikasi keluarga, sekolah, kantor, dan bisnis, antarmukanya sederhana, dan efek jaringan membuat orang cenderung memakai aplikasi yang juga dipakai lingkungannya. Telegram lebih banyak dipilih pengguna tertentu yang benar-benar paham fungsinya. Dengan memahami fitur dan batasannya, Telegram dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, bukan sekadar alternatif aplikasi chat.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua