Demi Danai Ambisi AI yang Kian Mahal, Meta Siapkan Saham Kelas Baru
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 22 Okt 2026 09:44 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Para pemegang saham Kelas A dan Kelas B yang ada akan menerima dividen satu saham Kelas C untuk setiap saham yang dimiliki — efektif seperti pemecahan saham dua banding satu. Saham baru tanpa hak suara ini bisa dipakai untuk akuisisi dan memberi imbalan bagi karyawan tanpa mengurangi kendali suara Mark Zuckerberg, yang memegang sekitar 61 persen hak suara Meta.
Saham perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu naik lebih dari 4 persen pada perdagangan lanjutan. Meta juga memproyeksikan pendapatan kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street, ditopang pertumbuhan kuat aplikasi agen AI konsumennya, Muse.
Investasi Jumbo Berbuah Kepercayaan
Meta terus menggelontorkan dana untuk chip canggih dan pusat data demi bersaing lebih agresif dengan OpenAI dan Anthropic — langkah yang mendorong perusahaan ke garis depan perlombaan agen AI konsumen, sekaligus menggerus arus kas bebasnya yang dulu kuat. Perusahaan menaikkan batas bawah proyeksi belanja modal tahun ini menjadi 135–145 miliar dolar AS, naik dari sebelumnya 130–145 miliar dolar AS.
Baca Juga:
Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data PribadiPada kuartal ketiga, Meta membukukan pendapatan 64,60 miliar dolar AS — naik 26 persen dari tahun sebelumnya dan melampaui perkiraan analis 63,37 miliar dolar AS. Namun arus kas bebas perusahaan berubah negatif 2,12 miliar dolar AS, berbanding terbalik dengan arus kas positif 10,63 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
"Investasi kami terbukti membuahkan hasil, bisnis inti kuat, dan kami melihat kecepatan di semua lini," kata Mark Zuckerberg setelah Meta merilis laporan keuangan kuartal ketiga.
Muse Jadi Mesin Baru
Zuckerberg menyebut lebih dari 10 juta orang di Amerika Serikat dan Kanada telah membuat akun Muse dalam waktu satu setengah bulan, dan pertumbuhannya tetap kuat. Ia memperkirakan Muse kelak akan melayani "miliaran orang" yang berpotensi menghasilkan pendapatan per pengguna lebih besar dari rata-rata pengguna Meta.
Kepala keuangan Susan Li memperkirakan bisnis AI Meta mulai memberi kontribusi pendapatan tambahan pada 2027 dan menjadi sumber diversifikasi pendapatan yang bermakna dari waktu ke waktu. Zuckerberg mengakui biaya menjalankan Muse lebih tinggi dibanding banyak produk baru Meta selama ini, sehingga perusahaan akan memonetisasinya "sedikit lebih cepat dari kebiasaan kami".
Sementara itu, Meta memperkirakan kerugian unit Reality Labs — yang selama ini memimpin visi "metaverse" — menyempit menjadi sekitar 15 miliar dolar AS tahun depan dari 18–19 miliar dolar AS tahun ini, seiring investasi dialihkan terutama ke AI.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Jelang Rilis Kinerja, Belanja AI Meta dan Adopsi Asisten Muse Jadi Sorotan

Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data Pribadi

Anthropic Rilis Asisten AI yang Menyapa Duluan Sebelum Anda Bertanya

Elon Musk Sebut Penggabungan SpaceX dan Tesla 'Ide yang Bagus'

Saham BBCA Anjlok 14,81 Persen Terseret Usulan MSCI, Manajemen BCA Buka Suara

Ulasan iPhone 18 Pro & Pro Max: Ganti Kulit di Luar, Jeroan Beda Jauh
Berita Terkini
Lihat Semua
Putin Setuju Lanjutkan Perundingan Tiga Pihak dengan Ukraina dan Amerika Serikat

Uji Coba Vaksin Hepatitis B pada Bayi di Guinea-Bissau Dihentikan Usai Tuai Kecaman Global

Anthropic Rilis Asisten AI yang Menyapa Duluan Sebelum Anda Bertanya

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

