FinansialArtikel

Kapan Waktu Terbaik Mengklaim Manfaat Pensiun? Ini Penjelasan Para Ahli

Redaksi Intarta

Oleh

Kapan Waktu Terbaik Mengklaim Manfaat Pensiun? Ini Penjelasan Para Ahli
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Dalam urusan mengklaim manfaat pensiun Social Security, satu keputusan bisa berdampak panjang terhadap masa depan keuangan seseorang. Sebagian influencer media sosial menyebut mulai mengambil manfaat pada usia 62 tahun sebagai cara terbaik memaksimalkan total manfaat kumulatif, tetapi para ahli menilai pandangan itu terlalu menyederhanakan persoalan waktu klaim dan perencanaan jangka panjang.

Konsep usia break-even, yaitu titik ketika menunda klaim menghasilkan total pendapatan lebih besar dibanding klaim lebih awal, memang sering dipakai sebagai alat bantu mengambil keputusan. Namun cara pandang ini punya kelemahan mendasar: tidak ada seorang pun yang tahu pasti kapan akan meninggal, sehingga analisis break-even bisa menghasilkan perhitungan yang kurang akurat dan membuat seseorang kehilangan peluang penting.

Baca Juga:Pensiun di Usia 50: Ini Hitungan Nyata Dana yang Harus Disiapkan

Break-Even Bukan Bingkai yang Tepat

Jason Fichtner, mantan eksekutif Social Security Administration dan senior fellow di National Academy of Social Insurance, menilai istilah break-even bukan cara yang tepat untuk membingkai keputusan ini. Para ahli menyarankan masyarakat mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi waktu klaim manfaat pensiun.

Salah satu pertimbangan terpenting adalah seberapa lama Anda mungkin hidup. Alih-alih bertanya seberapa lama saya akan hidup, lebih realistis bertanya seberapa lama saya bisa hidup. Data Social Security menunjukkan masa pensiun bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan, dan banyak orang akan hidup lebih lama dari usia harapan hidup rata-rata.

Baca Juga:Menabung Berdua Tanpa Drama: Cara Kompak Mengatur Uang dan Membangun Masa Depan

Pertimbangkan Pajak, Investasi, dan Pasangan

Joe Elsasser, presiden Covisum, perusahaan perangkat lunak klaim Social Security, menekankan pentingnya memperhitungkan aspek keuangan lain dalam rencana Anda. Hal itu mencakup dampak terhadap pajak, imbal hasil investasi, serta bagaimana pendapatan dari manfaat pensiun memengaruhi portofolio keuangan secara keseluruhan.

Bagi pasangan menikah, terutama ketika salah satu pasangan berpenghasilan lebih tinggi, hanya mengandalkan analisis break-even bisa berakibat berkurangnya manfaat bagi pasangan yang ditinggalkan bila pencari nafkah utama meninggal lebih cepat. Pendekatan yang lebih menyeluruh perlu mempertimbangkan usia harapan hidup kedua pasangan serta tujuan keuangan keluarga.

Menunggu hingga Usia 70 Tahun

Pada akhirnya, hal terpenting adalah keputusan mana yang membuat Anda merasa paling tenang dan bahagia. Riset menunjukkan menunggu hingga usia 70 tahun untuk mengklaim manfaat pensiun Social Security sering memberikan hasil lebih baik bagi individu yang mengutamakan stabilitas dan kepastian dibanding keuntungan jangka pendek.

Meski klaim lebih awal terlihat praktis, terutama saat kondisi keuangan tidak pasti, para ahli memperingatkan keputusan tersebut dapat menimbulkan tekanan pada portofolio dan kesejahteraan finansial secara keseluruhan. Menunggu hingga usia 70 tahun dapat memberi ketenangan pikiran, karena Anda menerima peningkatan manfaat yang dijamin setiap tahun sejak usia pensiun penuh hingga usia 70 tahun.

Saat memutuskan kapan mengklaim manfaat pensiun Social Security, jangan hanya berfokus pada analisis break-even. Pertimbangkan potensi usia panjang, rencana keuangan, dan kesejahteraan secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang lebih utuh, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk mendukung kesuksesan finansial dan kebahagiaan jangka panjang.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua