Ten Hag Tuduh INEOS Suburkan Budaya Beracun di Manchester United
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, melancarkan serangan terbuka kepada pemilik baru klub, Sir Jim Ratcliffe dan INEOS. Menurut pelatih asal Belanda itu, INEOS justru menyuburkan "budaya beracun" yang selama ini menggerogoti Old Trafford.
Ten Hag dipecat United pada Oktober 2024 setelah awal musim 2024/25 yang buruk membuat Setan Merah terpuruk di peringkat 14 Liga Inggris. Ia sempat lolos dari evaluasi musim panas setelah INEOS mengambil alih klub, namun tak lama kemudian posisinya digantikan Ruben Amorim.
Baca Juga:Nasib Berbalik Dua Raksasa Sekota: Satu di Puncak, Satu di Ambang DegradasiDalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengungkapkan betapa sulitnya bekerja di tengah proses akuisisi. "Proses pengambilalihan membawa banyak kegaduhan, ketidakpastian di kalangan orang-orang, dan gangguan. Jadi bagi manajer, bagi pelatih, sulit untuk bekerja, itu jelas. Sangat rumit," ujarnya.
Soal Struktur dan Komunikasi
Ten Hag menceritakan pertemuan pertamanya dengan pemilik baru di Carrington, di mana dibahas perubahan struktur klub dan peran manajer yang hendak diubah menjadi sekadar head coach. "Saya bilang, 'OK, mari diskusikan, tapi kontrak saya berbeda'. Saya tidak pernah mendengar kabar apa pun setelah itu," katanya.
Baca Juga:Bermain dengan Sepuluh Orang, Setan Merah Pulang dengan Tangan HampaIa juga mengeluhkan minimnya komunikasi. Setiap konferensi pers, ia selalu ditanya soal perubahan struktur, padahal dirinya tak pernah dilibatkan dalam pembahasan serius soal filosofi, model permainan, dan profil tim.
Masalah Disiplin Rashford dan Sancho
Ten Hag merasa pemilik baru tidak mendukungnya dalam menegakkan disiplin pemain, termasuk dalam kasus Marcus Rashford dan Jadon Sancho. "Mereka melanjutkan budaya beracun itu; mereka menyuburkannya, mereka memberi kekuasaan kepada para pemain," tegasnya.
"Rashford adalah pemain yang luar biasa, jika pola pikirnya benar. Saya selalu menunjukkan kepercayaan kepadanya, memainkannya. Tapi ketika standar seperti ini ditunjukkan, kadang Anda harus melakukan koreksi."
Simpati untuk Michael Carrick
Ten Hag juga menyampaikan simpati kepada pelatih United saat ini, Michael Carrick, yang sedang tertekan setelah hanya memenangi satu laga Liga Inggris musim ini. "Memecatnya bukanlah solusi. Seratus persen bukan. Suporter akan menuntut itu kalau hasil tidak membaik — itu keluar dari perut, dari emosi. Anda harus mengambil keputusan rasional," katanya.
Meski pahit, Ten Hag mengaku tetap mencintai klub. "Saya menikmati setiap menit di Manchester United; saya punya kenangan yang luar biasa. Rasanya saya terhubung; saya seorang penggemar. Saya benar-benar ingin United menang. Saya ingin mereka sukses lagi. Saya ingin klub ini kembali ke tempatnya dulu."
Sumber: OneFootball
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Nasib Berbalik Dua Raksasa Sekota: Satu di Puncak, Satu di Ambang Degradasi

Bermain dengan Sepuluh Orang, Setan Merah Pulang dengan Tangan Hampa

Dari Kasta Keempat ke Panggung Eropa, Como 1907 Bikin Heboh Usai Libas Manchester United

Lima Duel Panas Pekan Ini, Ada Rekor Sempurna yang Dipertaruhkan

Kartu Merah Mengubah Laga, Tim Tamu Pulang Tanpa Poin

Tiga Gol Bawa Kemenangan Derby, Pelatih Minta Tim Tetap Membumi
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras







