Waspada Penipuan Bos Palsu yang Minta Transfer Uang Mendadak
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Sebuah modus penipuan yang menyasar dunia kerja tengah jadi sorotan. Pelaku berpura-pura menjadi bos atau CEO sebuah perusahaan, lalu meminta karyawan, termasuk staf di bagian keuangan, mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu. Modus ini dikenal dengan sebutan Bos Scam, karena pelaku meniru identitas CEO atau eksekutif senior lainnya.
Penipuan semacam ini biasanya berlangsung lewat berbagai platform komunikasi kantor: email, WhatsApp, Microsoft Teams, hingga media sosial. Modusnya sederhana tapi efektif. Pelaku menyamar sebagai atasan, lalu meminta karyawan segera mentransfer uang ke rekening yang mereka tentukan, biasanya dengan alasan mendesak agar korban tidak sempat memverifikasi lebih dulu.
Baca Juga:Kenalan di Facebook, Pria Residivis di Purbalingga Tipu 15 Wanita dan Gelapkan Motor KorbanRegulator Turun Tangan
Kasus ini bahkan sampai membuat Badan Pengawas Sekuritas dan Bursa India, yang dikenal sebagai SEBI, turun tangan dan mengeluarkan peringatan resmi. Regulator pasar modal itu mengingatkan masyarakat, khususnya pekerja kantoran, agar tidak mengirimkan uang hanya berbekal instruksi yang diterima lewat platform seperti media sosial, tanpa verifikasi langsung ke pihak yang bersangkutan.
Selain menyamar langsung, SEBI juga mengungkap modus lain yang secara teknis lebih berbahaya: penyebaran malware lewat file yang, begitu dibuka korban, bisa membajak sesi WhatsApp Web di perangkatnya. Dengan akses itu, pelaku bisa masuk ke akun WhatsApp milik petugas keuangan tanpa sepengetahuan pemiliknya, lalu memakainya untuk menghubungi rekan kerja di bagian akuntansi atau keuangan.
Baca Juga:Menabung Berdua Tanpa Drama: Cara Kompak Mengatur Uang dan Membangun Masa DepanKarena pesannya datang dari akun WhatsApp asli milik atasan atau kolega, bukan akun palsu, korban jadi lebih mudah percaya dan cenderung tidak curiga. Inilah yang membuat modus pembajakan WhatsApp Web jauh lebih berbahaya dibanding sekadar penyamaran identitas biasa lewat akun palsu.
Prinsip Pertahanan yang Berlaku di Mana Pun
Modus serupa, penipuan yang mengatasnamakan atasan untuk meminta transfer mendesak, sebenarnya bukan hal baru dan sudah banyak dilaporkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, meski dengan variasi cara yang berbeda-beda. Prinsip pertahanannya tetap sama di mana pun: selalu verifikasi langsung lewat jalur komunikasi lain, misalnya menelepon langsung ke atasan bersangkutan, sebelum mengirim uang hanya berdasarkan instruksi yang diterima lewat pesan teks atau aplikasi chat.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kenalan di Facebook, Pria Residivis di Purbalingga Tipu 15 Wanita dan Gelapkan Motor Korban

Menabung Berdua Tanpa Drama: Cara Kompak Mengatur Uang dan Membangun Masa Depan

Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya Raya: Seni Mengelola Uang dengan Sadar

Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Segitu? Lima Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Mengubahnya

Bukan Besarnya Gaji, tapi Cara Menyimpan: Lima Kebiasaan yang Membuat Uang Terus Bekerja

Memutus Rantai Kemiskinan Dimulai dari Cara Berpikir, Bukan dari Gaji Besar
Berita Terkini
Lihat Semua
Kasasi Dikabulkan, Polemik Ijazah Wakil Presiden Kembali Memanas

Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin Menyempit

Penggugat Minta Wapres Segera Mundur Usai Putusan Kasasi Dikabulkan

Desakan Serangan Baru Mencuat di Tengah Negosiasi yang Masih Alot

