NasionalBerita

Lebih dari Satu Juta Tenaga Kerja Diberdayakan lewat Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi Intarta

Oleh

Lebih dari Satu Juta Tenaga Kerja Diberdayakan lewat Program Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberdayakan lebih dari satu juta tenaga kerja dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus terus mempertajam sasaran penerima manfaat demi meningkatkan kualitas program dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 26.723 dari total 27.485 dapur telah berhasil diverifikasi. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat, melibatkan sekitar 1,03 juta tenaga kerja, serta menggandeng lebih dari 80.000 pemasok lokal dari kalangan UMKM.

Baca Juga:Makan Bergizi Gratis Dinilai Bikin Anak Makin Semangat ke Sekolah

Keamanan Pangan Jadi Prioritas Mutlak

Di tengah ekspansi yang masif, Sudaryono menegaskan keselamatan konsumsi anak menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Pernyataan ini penting karena skala program yang sudah menjangkau puluhan juta penerima membuat satu kelalaian di dapur mana pun bisa berdampak luas.

“Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak-pun (yang mengalami insiden akibat keamanan pangan) masih terlalu banyak,” ujar Sudaryono.
Baca Juga:Makan Gratis di Sekolah Ternyata Bikin Anak Makin Rajin Hadir

Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini tumbuh dari kondisi awal yang serba terbatas, ketika hanya sekitar 700 tenaga kerja yang mengendalikan kurang lebih 27.000 dapur dengan infrastruktur minim. Kondisi itu mendorong BGN memperketat pengawasan operasional harian, termasuk menutup ribuan dapur yang dinilai tak layak serta menerapkan sanksi ketat, antara lain penghentian pencairan dana bagi dapur yang gagal melaporkan penggunaan anggaran harian secara transparan.

Transformasi MBG 2.0: Perluasan Sejalan dengan Tata Kelola

Sudaryono juga menyampaikan transformasi MBG 2.0, yang memastikan perluasan cakupan program berjalan seiring dengan perbaikan kualitas tata kelola di lapangan, mulai dari kebersihan dapur hingga mutu makanan yang sampai di meja penerima manfaat. Bagi keluarga penerima, janji ini berarti manfaat program tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, melainkan dari rasa aman setiap piring yang disantap anak-anak mereka.

Skala pelibatan UMKM lokal juga memberi dampak ekonomi yang nyata di daerah: puluhan ribu pemasok kecil ikut terserap dalam rantai pasok program, sehingga anggaran makan bergizi tidak hanya berhenti sebagai bantuan, tetapi berputar menjadi lapangan kerja dan usaha lokal. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi itu di ribuan dapur yang tersebar, agar perluasan tidak mengorbankan standar keamanan dan transparansi yang kini sedang diperketat.

Sumber: Antara

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua