Dugaan Plagiarisme Dosen Universitas Tomakaka Terungkap lewat Google Scholar
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 18 Okt 2026 09:00 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
MAMUJU — Unggahan soal dugaan plagiarisme karya ilmiah yang menyeret nama oknum dosen Universitas Tomakaka, Mamuju, Sulawesi Barat, viral di media sosial.
Pemilik karya asli, Moch. Marsa Taufiqurrohman, mengungkapkan kekecewaannya dan mengaku telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti).
Terungkap Saat Perbarui Google Scholar
Saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (17/10/2026), Marsa menceritakan bahwa karya ilmiah miliknya diterbitkan pada 2021 di Jurnal Konstitusi kelolaan Mahkamah Konstitusi. Artikel berjudul "Integrasi Sistem Peradilan Pemilihan Umum melalui Pembentukan Mahkamah Pemilihan Umum" itu bersumber dari skripsi yang ia susun.
Dugaan penjiplakan baru terungkap sekitar 2025, ketika Marsa sedang memperbarui profil Google Scholar miliknya. Ia terkejut menemukan artikel dengan judul dan substansi yang persis sama diterbitkan jurnal lain dengan nama penulis berbeda.
"Waktu saya lihat, loh kok penulisnya bukan saya. Saya lihat ini, wah ini ternyata di jurnal lain dengan tiga penulis," ujar Marsa.
Setelah ditelusuri lewat Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ketiga penulis tersebut diketahui merupakan dosen di Universitas Tomakaka, Mamuju. Penulis pertama diduga pernah menjabat Wakil Dekan III dan kini menjadi Ketua Program Studi, sementara dua penulis lainnya juga dosen aktif di universitas tersebut.
Dijiplak Utuh Tanpa Parafrase
Marsa menilai penjiplakan yang dilakukan sangat parah karena dilakukan secara utuh dari awal hingga akhir tanpa ada proses parafrase. Isu ini kemudian diangkat ke media sosial Threads dan Instagram, lalu memicu perhatian publik setelah diunggah ulang oleh akun Instagram lainnya.
Sebelum mengunggahnya ke media sosial, Marsa sebenarnya telah melakukan berbagai upaya, termasuk melayangkan laporan daring ke Dikti serta menghubungi para penulis secara pribadi melalui WhatsApp dan Instagram. Namun, para terduga pelaku tidak pernah memberi respons maupun iktikad baik untuk meminta maaf.
"Saya sudah pernah melakukan pelaporan ke Dikti. Saya melaporkan di portal pelaporan Dikti, tapi tidak ada respons," tutur Marsa yang kini bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta sembari menempuh pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran.
Sumber: Kronologi Dugaan Plagiarisme Dosen Universitas Tomakaka, Terungkap Saat Cek Google Scholar — Terpopuler Kompas
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Guru Besar IAIN Langsa: KPK Harus Periksa Siapa Pun dalam Dugaan Korupsi ATR/BPN

PWI Aceh Tenggara Soroti Oknum Mengaku Wartawan yang Diduga Memeras Kepala Sekolah

Viral Bendera Israel dan Coretan Illuminati di Rumah Warga Lamongan, Ternyata Ulah Penghuni yang Diduga ODGJ

Eksepsi Ditolak, Roy Suryo Minta Ijazah Asli Jokowi Dibuka di Ruang Sidang

Dituduh Racuni Rekan Peneliti dengan Akrilamida, Mahasiswa di AS Ditangkap Saat Kabur

Dana Bencana Diduga Dikorupsi, Akademisi: Korban Bencana Ikut Jadi Korban
Berita Terkini
Lihat Semua
Dipulangkan Usai 8 Jam di Polda Metro Jaya, Greenpeace Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir

Buron 5 Tahun, Anggota KKB Kelompok Numbuk Telenggen Dibekuk Satgas Damai Cartenz

Viral Bendera Israel dan Coretan Illuminati di Rumah Warga Lamongan, Ternyata Ulah Penghuni yang Diduga ODGJ

Diduga Keracunan MBG, 100 Anak Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit, Dapur SPPG Dibekukan

