NasionalBerita

Hujan Guyur Palembang dan Banjarbaru, Kabut Asap Karhutla Mulai Menipis

W

Oleh Redaksi Intarta

Selasa, 27 Okt 2026 16:09 WIB

Hujan Guyur Palembang dan Banjarbaru, Kabut Asap Karhutla Mulai Menipis
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Hujan yang turun merata di Palembang, Sumatera Selatan, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, membuat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menipis. Di Palembang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun sejak dini hari, sementara di Banjarbaru hujan turun sejak sore hingga malam hari.

Kualitas Udara Membaik, tapi Masih Tidak Sehat

Di Palembang, kualitas udara berangsur membaik dari level berbahaya hingga sangat tidak sehat menjadi tidak sehat. Data Kementerian Lingkungan Hidup pada pukul 10 pagi mencatat angka pencemaran sebesar 178, dengan PM2.5 sempat tercatat sebesar 196 mikrogram per meter kubik. Matahari pun mulai tampak dan ketebalan asap terus menipis pada siang hari, dengan jarak pandang mencapai lebih dari 1 kilometer.

Jumlah titik panas di Sumatera Selatan juga menurun jauh dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 800 hingga di atas 1.000 titik. Meski demikian, penanganan karhutla masih terus dilakukan, baik dari darat maupun udara, karena lahan gambut yang belum sepenuhnya padam masih berpotensi menyala kembali.

Banjarbaru: Aktivitas Warga Kembali Normal

Di Banjarbaru, hujan yang turun sejak pukul 5 sore hingga malam hari, berlanjut gerimis hingga subuh, membantu proses pendinginan dan menurunkan intensitas api di sejumlah wilayah. Kabut asap yang tersisa kini tinggal tipis dan tidak lagi mengganggu jarak pandang pengemudi, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Api yang masih aktif pun mulai mereda. Petugas kini fokus pada pemadaman dan pendinginan kepulan asap agar api tidak kembali menyala apabila hujan berhenti.

Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan

Satgas operasi modifikasi cuaca memanfaatkan pertumbuhan awan potensial untuk terus merangsang turunnya hujan, antara lain dengan penyebaran garam dan dry ice. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pemadaman di lapangan untuk menekan kabut asap lebih lanjut.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua