Terkini
PolitikBerita

Kremlin Sebut Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Kini Sangat Ekstrem

W

Oleh Redaksi Intarta

Kamis, 22 Okt 2026 09:02 WIB

Kremlin Sebut Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Kini Sangat Ekstrem
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

MOSKOW — Kremlin memperingatkan bahwa bahaya penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada tingkat yang sangat ekstrem. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia dan Amerika Serikat perlu segera melanjutkan dialog mengenai stabilitas strategis dan pengendalian senjata.

Menurut Peskov, ketiadaan kerangka kerja berbasis perjanjian di bidang pengendalian senjata menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi dunia.

New START Berakhir Tanpa Pengganti

Perjanjian New START — satu-satunya kesepakatan bilateral yang tersisa untuk membatasi persenjataan nuklir strategis AS dan Rusia — telah berakhir pada Februari lalu tanpa perpanjangan maupun pengganti.

Perjanjian yang ditandatangani pada 2010 dan diperpanjang pada 2021 itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan masing-masing pihak sebanyak 1.550 unit, serta 700 sistem peluncur yang dikerahkan, sekaligus menyediakan mekanisme transparansi dan verifikasi di lokasi.

Usulan Rusia Tak Mendapat Respons

Menurut Moskow, setelah perjanjian tersebut berakhir, Rusia sempat mengusulkan untuk tetap mempertahankan batasan jumlah hulu ledak selama satu tahun lagi dengan syarat Washington melakukan hal yang sama. Namun inisiatif tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak Amerika Serikat.

Sumber: SINDOnews

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua