Nasib Berbalik Dua Raksasa Sekota: Satu di Puncak, Satu di Ambang Degradasi
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
Dua klub sekota sedang menjalani musim yang berlawanan arah. Satu tim masih nyaman di puncak klasemen, sementara rival sekotanya justru terperosok ke papan bawah dan berada di ambang zona degradasi setelah pekan kesembilan berakhir.
Kisah itu bermula dari hasil yang berbeda di pekan yang sama. Manchester City memang baru saja kalah 0-1 dari Brighton, tetapi kekalahan itu belum cukup menggoyahkan posisi mereka. Sebaliknya, Manchester United terus merosot hingga kini menempati peringkat 17, hanya satu strip di atas zona degradasi.
Baca Juga:Bermain dengan Sepuluh Orang, Setan Merah Pulang dengan Tangan HampaPuncak Klasemen Masih Bisa Berpindah Tangan
Untuk sementara, Manchester City masih berada di puncak klasemen Liga Inggris. Namun posisi itu belum aman. Arsenal mengoleksi poin yang sama, yakni 21 poin, sehingga perebutan puncak masih sangat terbuka.
Syarat bagi Arsenal untuk menggeser pemuncak klasemen pun terbilang berat, tetapi bukan mustahil. Tim asuhan rivalnya itu harus memetik poin saat berjumpa Liverpool pada akhir pekan ini. Hasil apa pun yang diraih Arsenal dalam laga itu bisa mengubah peta persaingan di papan atas.
Baca Juga:Dari Kasta Keempat ke Panggung Eropa, Como 1907 Bikin Heboh Usai Libas Manchester UnitedBagi pembaca di Indonesia, persaingan seperti ini terasa dekat karena Liga Inggris termasuk kompetisi yang paling banyak diikuti dari rumah. Perubahan satu hasil saja bisa mengubah suasana perbincangan suporter keesokan harinya, dari rasa percaya diri menjadi kekhawatiran, atau sebaliknya.
Di Papan Bawah, Satu Poin Menjadi Penentu
Sementara itu, cerita yang jauh lebih getir dialami Manchester United. Alih-alih bersaing di papan atas, tim berjuluk Setan Merah itu justru nyaris menghuni zona degradasi. Saat ini mereka hanya unggul 1 poin dari Crystal Palace yang berada di peringkat 18, posisi pertama di zona merah.
Selisih tipis itu tidak lepas dari jasa Tottenham Hotspur. Tottenham berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor 2-0, sehingga Crystal Palace gagal menambah poin. Hasil itulah yang untuk sementara menyelamatkan Manchester United dari jurang degradasi.
Dampaknya jelas: satu kekalahan berikutnya bisa langsung menjatuhkan Manchester United ke zona degradasi, sementara satu kemenangan bisa memberi ruang napas. Langkah berikutnya bagi tim papan bawah itu adalah segera memutus tren negatif, memperbaiki pertahanan, dan memanfaatkan setiap laga kandang untuk menjauh dari zona merah sebelum selisih poin semakin menipis.
Sebaliknya, bagi tim papan atas, laga akhir pekan melawan Liverpool akan menjadi penentu awal: apakah puncak klasemen berganti tangan, atau justru semakin kokoh di tangan pemegangnya saat ini.
Sumber: Tribunnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Bermain dengan Sepuluh Orang, Setan Merah Pulang dengan Tangan Hampa

Dari Kasta Keempat ke Panggung Eropa, Como 1907 Bikin Heboh Usai Libas Manchester United

Dua Gol Nico Paz Bawa Como Libas MU 4-1, Setan Merah Nirmenang 7 Laga

Kartu Merah Mengubah Laga, Tim Tamu Pulang Tanpa Poin

Gol Telat Membalikkan Laga dan Memangkas Jarak ke Puncak Klasemen

Como Permalukan Manchester United 4-1 di Liga Champions
Berita Terkini
Lihat Semua
Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Penyebab yang Jarang Disadari

Bukan Dompetnya yang Bermasalah, Ini 5 Pola Pikir yang Membuat Keuangan Sulit Berubah

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Cara Menabung yang Masih Masuk Akal

Bukan Besarnya Gaji, tapi Cara Menyimpan: Lima Kebiasaan yang Membuat Uang Terus Bekerja

