Terkini
HiburanBerita

Otak Tetap Tajam: 5 Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Penurunan Kognitif

W

Oleh Redaksi Intarta

Kamis, 22 Okt 2026 10:38 WIB

Otak Tetap Tajam: 5 Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Penurunan Kognitif
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Skor IQ cenderung fluktuatif — skor rendah tak selalu menggambarkan kemampuan berpikirmu; bisa jadi kamu sedang tidak siap saat tes. Yang lebih perlu diwaspadai adalah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Berikut lima cara praktis menjaga fungsi kognitif tetap terjaga.

1. Tangani Depresi dan Masalah Kesehatan Mental

Menurut Mayo Clinic, depresi dapat mengganggu konsentrasi, motivasi, dan ingatan. Keluhan tersebut kadang terasa seperti penurunan kemampuan berpikir, meski penyebabnya belum tentu perubahan IQ. Jika suasana hati murung berlangsung lama atau menghambat aktivitas sehari-hari, pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

2. Berhenti Merokok

Dampak buruk rokok bukan hanya bagi paru-paru dan jantung, tetapi juga kesehatan otak. Berhenti merokok mengurangi paparan zat berbahaya yang memengaruhi tubuh. Jika sulit berhenti sendiri, mintalah dukungan tenaga kesehatan atau ikuti program berhenti merokok, dan hindari asap rokok orang lain.

3. Olahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Olahraga juga mendukung suasana hati dan kesehatan jantung yang sama-sama berperan dalam kesehatan otak. Tips dari University of Maryland Medical System: lakukan aktivitas aerobik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

4. Bersosialisasi

Merasa kesepian atau terisolasi berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif. Bergabunglah dengan komunitas, jadi sukarelawan, atau ikuti berbagai kegiatan lain agar tetap merasa terhubung dengan banyak orang.

5. Cukupi Kebutuhan Tidur

Kurang tidur membuat sulit fokus, mengingat informasi, dan mengendalikan emosi. Dalam jangka panjang, gangguan tidur berkaitan dengan risiko masalah kesehatan mental dan kognitif. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur tujuh hingga sembilan jam per malam — buat jadwal tidur teratur dan batasi penggunaan gawai menjelang istirahat.

Berbagai cara ini bukan berarti menjamin skor tes akan selalu sama. Yang penting, fokuslah pada kesehatan otak secara menyeluruh.

Jika perubahan ingatan atau kemampuan berpikir terasa mengganggu, bicarakan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.

Sumber: CNN Indonesia

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua