TeknologiArtikel

Kemeja Motif Warna-Warni Ini Bikin Kamera AI Gagal Mengenali Manusia

Redaksi Intarta

Oleh

Kemeja Motif Warna-Warni Ini Bikin Kamera AI Gagal Mengenali Manusia
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Sebuah kemeja yang dijuluki "Kamuflase Digital" diklaim mampu membuat kamera berbasis kecerdasan buatan gagal mengenali keberadaan manusia. Sekilas, kemeja rancangan desainer asal Jerman, Simon Weckert, tampak seperti pakaian biasa bermotif warna-warni hijau, merah muda, dan oranye. Namun di balik corak itu tersimpan tujuan khusus: mengacaukan kerja sistem AI yang biasa mendeteksi manusia dalam pengawasan video.

Dalam rekaman eksperimen yang dibagikan Weckert, sistem AI yang biasanya menggambar kotak hijau di sekeliling tubuh seseorang dan menandainya sebagai "orang" tiba-tiba kehilangan kemampuan itu begitu kemeja tersebut dikenakan. Kotak dan label penanda lenyap dari layar. Begitu kemeja dilepas atau diganti pakaian biasa, sistem kembali mengenali sosok itu sebagai manusia seperti semula.

Baca Juga:Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung Internet

Bagaimana Kemeja Ini Bisa Mengecoh AI?

AI tidak mengenali manusia dengan cara yang sama seperti manusia saling mengenali. AI mempelajari pola visual dari jutaan gambar, mengandalkan isyarat seperti bentuk tubuh, kontur, warna, dan tekstur. Kontras warna yang tajam serta bentuk-bentuk yang saling berpotongan pada motif kamuflase digital inilah yang mengacaukan isyarat tersebut: warna mencolok mengalihkan "perhatian" AI, sementara bentuk tak beraturan menyulitkan sistem mengenali kontur tubuh yang sebenarnya.

Menariknya, pola motif ini justru disempurnakan dengan bantuan AI itu sendiri lewat proses yang disebut "lingkaran adversarial". AI membuat sebuah pola, pola itu diuji pada sistem pengenalan, lalu AI mengubah polanya lagi berdasarkan hasil pengujian. Eksperimen diulang berkali-kali sampai AI benar-benar kesulitan mengenali keberadaan orang tersebut.

Baca Juga:IUCN Peringatkan: 96 Persen Terumbu Karang Dunia Terancam Runtuh pada 2075

Diuji pada YOLO, Bukan Solusi Anti-Deteksi Total

Kemeja ini turut diujicobakan pada YOLO, sistem AI sumber terbuka yang mengidentifikasi objek secara real-time dan bekerja mirip teknologi yang dipakai berbagai sistem pengawasan. Proyek ini masuk ranah eksperimental yang dikenal sebagai "pakaian antagonis", yakni merancang pakaian khusus untuk mengacaukan sistem penglihatan komputer.

Meski begitu, Weckert menegaskan tidak mengklaim kemejanya bisa mengalahkan seluruh jenis kamera CCTV atau membuat penggunanya benar-benar anonim di depan kamera pengawas. Tujuan utama proyek ini, jelasnya, bukan membantu orang bersembunyi dari pengawasan, melainkan mengungkap kelemahan yang masih dimiliki teknologi pengawasan berbasis AI saat ini.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua