RagamArtikel

Kota Kecil yang Sengaja Disembunyikan Warganya dari Turis

Redaksi Intarta

Oleh

Kota Kecil yang Sengaja Disembunyikan Warganya dari Turis
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Sekitar 50 menit berkendara dari kota besar terdekat, ada sebuah kota kecil yang jarang masuk daftar tujuan wisata utama, padahal menyimpan sejarah permukiman tertua di wilayahnya. Kota itu bernama Kalona, rumah bagi komunitas Amish tertua di wilayahnya, kelompok Kristen konservatif yang dikenal menjaga gaya hidup sederhana, membatasi teknologi modern, dan masih mengandalkan tenaga kuda untuk transportasi sehari-hari.

Desa Kalona baru resmi berdiri pada 1879, tetapi jejak permukiman Amish di kawasan itu sudah ada sejak 1840-an. Nuansa masa lalu itu masih terasa kuat sampai sekarang: di jalan-jalan kecil sekitar kota, kereta kuda masih lalu-lalang berdampingan dengan mobil, pemandangan yang jarang ditemukan di kota-kota lain.

Baca Juga:Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Cara Menabung yang Masih Masuk Akal

Menyusuri Desa Bersejarah

Bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana masa lalu, Kalona Historical Village menjadi tujuan wajib. Museum terbuka yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki ini menghadirkan replika akurat desa abad ke-19, lengkap dengan sentuhan gaya arsitektur Jerman yang dibawa para pemukim awal.

Di dalamnya ada bangunan asli dan bangunan yang dilestarikan, mulai dari kantor pos, rumah pemintalan benang, toko kelontong khas pedesaan, gereja, hingga stasiun kereta. Pengunjung juga bisa mengikuti kelas simulasi di sekolah bergaya 1800-an, menyaksikan demonstrasi bertani tradisional, serta berbelanja barang buatan tangan. Museum ini juga sesekali menggelar makan malam di rumah bersejarah yang dilanjutkan tur berpemandu, serta memiliki galeri berisi koleksi artefak unik, termasuk selimut hasil tenunan tangan komunitas Amish. Sejumlah ulasan pengunjung menilai museum ini berhasil menghidupkan kisah kehidupan komunitas Amish dan Mennonite, bukan sekadar menyajikannya lewat foto dan teks.

Baca Juga:Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke Generasi

Kalah Populer, Justru Lebih Otentik

Meski punya banyak hal untuk ditawarkan, Kalona tetap menjadi destinasi yang relatif sepi peminat. Sebagian besar wisatawan yang mencari nuansa sejarah justru lebih memilih Amana Colonies, kumpulan desa bersejarah yang jaraknya sekitar 45 menit dan menyedot sekitar 1,5 juta pengunjung setiap tahun.

Kalona sendiri jarang terekspos, sampai-sampai sebuah media pernah memasukkannya ke dalam daftar tempat yang diam-diam ingin disembunyikan warga lokal dari wisatawan. Justru karena itulah, kota ini terasa lebih otentik dan belum banyak berubah demi kepentingan pariwisata massal.

Kuliner Rumahan dan Surga Barang Antik

Urusan perut, Kalona punya beberapa tempat yang layak disambangi. Golden Delight Bakery, toko roti yang dikelola komunitas Amish, dikenal lewat roti segar, angel food cake, donat, pai, hingga aneka kue kering buatan rumahan. Sekitar lima menit ke arah utara, ada Stringtown Grocery yang menjual produk segar, kue-kue, bahan pangan kering, sampai barang khas daerah setempat. Toko ini disebut hanya menerima uang tunai, jadi wisatawan perlu menyiapkan itu sebelum berbelanja.

Kembali ke pusat kota, ada Kalona Coffee House yang menyajikan kopi berkualitas sambil memajang karya seniman lokal di dindingnya, serta Yotty's Ice Cream Shop yang menawarkan es krim vanila, cokelat, campuran twist, blizzard, sundae, root beer float, hingga aneka topping.

Salah satu daya tarik utama Kalona ada di deretan toko antiknya. Collected Treasures Antiques & Quilts menjual selimut tradisional, perabot rumah tangga, furnitur, sampai pakaian vintage. Tepat di sebelahnya berdiri The Vintage Society, toko dengan fasad warna merah muda mencolok yang berisi pemutar piringan hitam, karya seni, pakaian, furnitur kayu, lampu, hingga pernak-pernik porselen. Satu lagi adalah Woodin Wheel Antiques, yang terkenal dengan koleksi selimut buatan komunitas Amish dan Mennonite, plus furnitur antik, barang pecah belah dari kaca, perhiasan, hingga boneka buatan tangan khas Amish.

Cara Menuju dan Pilihan Menginap

Dari kota terdekat yang menyandang status Kota Sastra versi UNESCO di kawasan Midwest, Kalona bisa ditempuh sekitar 30 menit berkendara. Pilihan penginapan di kota ini terbilang terbatas, salah satunya Dutch Country Inn dekat pusat kota dengan tarif sekitar 100-130 dolar AS per malam, atau alternatif Ethel's Gourmet Kitchen B&B yang bernuansa hangat. Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan sejarah, kota Washington berjarak sekitar 20 menit ke arah selatan dan dikenal sebagai lokasi bioskop tertua di dunia yang masih beroperasi hingga sekarang.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua