InternasionalArtikel

Kota Neon yang Menembus Gedung, Gemerlap Masa Depan dan Sisi yang Jarang Terlihat

Redaksi Intarta

Oleh

Kota Neon yang Menembus Gedung, Gemerlap Masa Depan dan Sisi yang Jarang Terlihat
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Bayangkan monorel yang meluncur menembus tengah gedung apartemen, jalan layang bertumpuk hingga belasan tingkat, dan cahaya neon dari gedung pencakar langit yang menghiasi perbukitan curam. Bagi pencinta fiksi ilmiah, pemandangan ini tampak seperti dunia film Blade Runner atau gim Cyberpunk 2077 yang menjadi nyata. Visual futuristik itu bukan rekayasa digital, melainkan lanskap sehari-hari kota Chongqing.

Tumbuh Vertikal karena Bukit dan Sungai

Baca Juga:Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Kota Oleshky

Chongqing bukanlah kota biasa. Megapolitan di wilayah barat daya Tiongkok ini dihuni sekitar 30 juta penduduk. Berbeda dengan kota modern yang umumnya berkembang di area datar, kondisi geografis Chongqing yang berbukit-bukit dan diapit Sungai Yangtze serta Sungai Jialing memaksa kota ini tumbuh secara vertikal. Keunikan inilah yang membuatnya dijuluki Kota Cyberpunk oleh para pelancong dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Chongqing melonjak tajam di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Video monorel Stasiun Liziba yang menembus gedung apartemen hingga kemegahan kompleks arsitektur tradisional Hongyadong telah ditonton jutaan kali.

Popularitas digital ini berdampak nyata pada pariwisata lokal. Berdasarkan data Chongqing Municipal Culture and Tourism Commission, kota ini menarik sekitar 22,68 juta wisatawan dengan total perputaran uang mencapai 15,4 miliar yuan hanya selama masa libur nasional.

Baca Juga:Sepuluh Kebiasaan yang Membuat Kekayaan Bertahan dari Generasi ke Generasi

Citra Visual sebagai Strategi

Transformasi Chongqing dari kota industri yang kurang dikenal menjadi destinasi global tidak lepas dari penataan citra yang matang. Dalam kajian hubungan internasional, fenomena ini merupakan bentuk diplomasi publik yang efektif. Pemerintah lokal berhasil memanfaatkan keterbatasan geografis yang ekstrem menjadi daya tarik visual yang khas melalui pembangunan infrastruktur vertikal.

Melalui penyebaran konten oleh para wisatawan di media sosial, citra Chongqing bergeser dari sekadar identitas kota menjadi representasi kemajuan negara. Keberhasilan ini menjadi instrumen penting untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Tiongkok telah berkembang menjadi kekuatan global yang modern, inovatif, dan visioner, sekaligus mengimbangi dominasi narasi teknologi dari negara-negara barat.

Paradoks di Balik Neon

Namun di balik gemerlap lampu neon dan arsitektur futuristik yang memanjakan mata, Chongqing menyimpan sisi lain yang jarang tampil di layar media sosial. Istilah cyberpunk dalam budaya populer sebenarnya merujuk pada kontras sosial yang tajam, yaitu perpaduan antara teknologi tingkat tinggi dan kualitas hidup yang rendah.

Paradoks inilah yang nyata terjadi di sudut-sudut kota. Di tengah hiruk-pikuk kota modern, masih ada kelompok pekerja yang dikenal sebagai Bangbang Army, para buruh angkut tradisional yang mengandalkan kekuatan fisik dan sebilah tongkat bambu untuk memindahkan barang melewati jalanan kota yang curam dan berundak. Keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa tidak semua lapisan masyarakat langsung menikmati kue manis dari modernisasi dan ledakan pariwisata yang dikendalikan pemerintah dan investor besar.

Pariwisata yang Lebih Berkeadilan

Fenomena pariwisata di Chongqing memberi pelajaran penting mengenai keseimbangan antara pembangunan citra global dan kesejahteraan masyarakat lokal. Agar dampak ekonomi pariwisata dirasakan merata, model pembangunan yang berorientasi pada keputusan sepihak pemerintah dan investor perlu diimbangi dengan pendekatan berbasis komunitas atau Community-Based Tourism.

Dengan melibatkan masyarakat lokal secara langsung dalam rantai ekonomi pariwisata, keunikan Chongqing tidak hanya menjadi komoditas visual yang menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh warganya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua