Terkini
PolitikBerita

Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar

W

Oleh Redaksi Intarta

Jumat, 23 Okt 2026 11:32 WIB

Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Mark Carney tiba di Turki pada Kamis (22/10/2026) untuk kunjungan dua hari yang mencatat sejarah sebagai kunjungan bilateral pertama seorang perdana menteri Kanada ke negara anggota NATO tersebut. Di Ankara, Carney disambut Presiden Recep Tayyip Erdogan di istana kepresidenan.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin mengumumkan peningkatan hubungan kedua negara menjadi "kemitraan strategis" yang mencakup perdagangan, energi, pertahanan, dan hubungan antarwarga. Carney menyebut kemitraan baru ini akan menciptakan peluang baru bagi pekerja dan pelaku usaha kedua negara.

"Kami telah menanam benih sesuatu yang baru: kemitraan strategis yang akan menciptakan peluang baru bagi pekerja dan bisnis kami, serta keamanan dan kemakmuran yang lebih besar bagi kedua bangsa. Dengan kepedulian dan komitmen, ia akan tumbuh untuk generasi-generasi mendatang," kata Carney dalam pernyataan bersama Erdogan.

Era Baru dan Target Dagang 10 Miliar Dolar

Erdogan menyebut pertemuan tersebut sebagai awal "era baru" antara Turki dan Kanada. Ia juga memuji Carney sebagai pemimpin dengan akal sehat dan kecerdasan. Lebih jauh, Erdogan mengumumkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) kedua negara akan dimulai sebelum akhir 2026.

"Kami berharap meningkatkan volume perdagangan, yang saat ini sekitar 3 miliar dolar AS, menjadi 5 miliar dolar dan kemudian 10 miliar dolar. Kami akan kurang-lebih menggandakan penerbangan langsung antara kedua negara," ujar Erdogan.

Kedua negara yang sama-sama anggota aliansi NATO itu juga sepakat memperdalam kerja sama pertahanan selama kunjungan tersebut.

Diversifikasi Dagang dan Catatan HAM

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Carney mendiversifikasi hubungan dagang Kanada ke luar Amerika Serikat, yang selama ini menyerap hampir 70 persen ekspor Kanada. Sejak kembali menjabat pada 2025, Presiden AS Donald Trump melancarkan perang dagang dan mengenakan tarif terhadap banyak barang Kanada. Carney dijadwalkan bertemu para pemimpin bisnis Turki di Istanbul pada Jumat.

Di sisi lain, organisasi pemantau Amnesty International mengingatkan agar Ottawa tidak mengesampingkan isu hak asasi manusia. Ruhat Sena Aksenir, direktur Amnesty untuk Turki, menegaskan: Kanada tidak boleh memperlakukan HAM sebagai hal sekunder dalam perundingan.

"Kemitraan yang berkelanjutan bergantung pada akuntabilitas dan penghormatan terhadap supremasi hukum," ujar Aksenir.

Partai AKP yang dipimpin Erdogan telah berkuasa di Turki sejak 2002. Organisasi Freedom House mengategorikan Turki sebagai negara "tidak bebas", sementara Reporters Without Borders menempatkan Turki di peringkat 163 dari 180 dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua