Terkini
RagamBerita

Cantik Itu Boleh, Pamer Berlebihan Tidak: Mengenal Tabarruj yang Sering Diabaikan

W

Oleh Redaksi Intarta

Minggu, 25 Okt 2026 14:52 WIB

Cantik Itu Boleh, Pamer Berlebihan Tidak: Mengenal Tabarruj yang Sering Diabaikan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Di tengah maraknya tren busana dan media sosial, persoalan tabarruj kembali menjadi pengingat bagi muslimah. Istilah ini merujuk pada sikap menampakkan kecantikan secara berlebihan di hadapan orang yang bukan mahram, sebuah perilaku yang dalam ajaran Islam mendapat perhatian khusus.

Penting ditegaskan, Islam tidak melarang perempuan tampil cantik, merawat diri, atau mengenakan pakaian yang indah. Yang diatur adalah batasannya: penampilan tidak boleh bertentangan dengan prinsip menjaga aurat dan kehormatan diri.

Bukan Sekadar Urusan Gaya

Dalam buku Mukhalafaat Nisaiyyah yang membahas berbagai pelanggaran syariat yang dilakukan kaum perempuan, Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghamidi turut mengulas persoalan tabarruj. Menurut pembahasan tersebut, perilaku yang tampak sepele dalam urusan penampilan bisa berdampak pada diri sendiri maupun kehidupan sosial bila mengabaikan tuntunan agama.

Karena itu, tabarruj tidak semestinya dipandang hanya sebagai soal gaya berpakaian. Pembahasannya juga menyangkut niat, kesopanan, dan tanggung jawab seorang muslimah dalam menjaga kehormatan.

Peringatan Tegas dalam Al-Qur'an

Allah SWT secara tegas mengingatkan kaum perempuan agar tidak menampilkan diri dengan cara yang menyerupai perilaku jahiliyah terdahulu. Peringatan itu termaktub dalam Surah Al-Ahzab ayat 33.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya.” (QS Al-Ahzab: 33)

Para ulama menjelaskan, tabarruj berkaitan dengan tindakan menampakkan perhiasan atau kecantikan dengan cara yang dilarang syariat. Ayat ini memuat sejumlah tuntunan sekaligus, termasuk larangan tabarruj, perintah salat, zakat, dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Relevan di Era Media Sosial

Dalam kehidupan modern, pesan ayat tersebut tetap relevan sebagai bahan introspeksi. Misalnya, ketika seseorang menampilkan foto, video, atau konten di media sosial demi memperoleh perhatian lewat penampilan fisik.

Meski demikian, penilaian terhadap tabarruj perlu merujuk pada ketentuan syariat dan penjelasan ulama, bukan sekadar mengikuti penilaian pribadi atau tren yang berkembang di masyarakat. Dengan begitu, menjaga penampilan tetap sejalan dengan adab: cantik dan rapi, tanpa harus memamerkan diri secara berlebihan.

Sumber: SINDOnews

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua