OtomotifBerita

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja

Redaksi Intarta

Oleh

Laba Kuartal III Merosot, Raksasa Otomotif Pangkas Ribuan Pekerja
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Produsen mobil BMW melaporkan laba bersih kuartal III yang merosot hampir 15 persen menjadi 1,45 miliar euro, sementara penjualannya turun hampir 6 persen menjadi 30,45 miliar euro. Tekanan utama datang dari pasar terbesarnya, di mana pengiriman mobil anjlok 24,8 persen pada kuartal tersebut dan menyeret total pengiriman global turun 6,3 persen.

Penjualan yang lebih baik di Amerika Serikat dan Eropa hanya mampu menutup sebagian kejatuhan itu. Pengiriman di pasar terbesar perusahaan tersebut bahkan sudah berada di level terendah sejak 2017 pada tahun lalu, sebelum kembali merosot tajam tahun ini.

Baca Juga:BMW Pangkas 1.800 Pekerja setelah Penjualan Terjun Bebas

Restrukturisasi dan Pemangkasan Ribuan Pekerja

Direktur Utama Milan Nedeljkovic menyatakan perusahaan akan secara khusus mengintensifkan dan mempercepat langkah-langkah struktural. Sehari sebelum laporan keuangan dirilis, perusahaan juga memangkas prospek setahun penuh dengan alasan percepatan restrukturisasi yang mencakup 8.000 pemutusan hubungan kerja di pasar asalnya, atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerja, hingga akhir 2027.

Gelombang efisiensi ini tidak hanya menimpa satu perusahaan. Volkswagen membukukan hasil kuartal terburuknya dalam lebih dari satu dekade pada awal Oktober dan berencana memangkas sekitar 15 persen tenaga kerjanya di seluruh dunia, atau 100.000 pekerjaan, hingga akhir dekade ini. Pemasok suku cadang Schaeffler mengumumkan pemangkasan hampir 3.500 pekerjaan dan penutupan lima lokasi di Eropa hingga 2028, dengan tiga perempat pemangkasan dan empat dari lima penutupan berada di Jerman. Bosch, pemasok otomotif terbesar dunia, tahun lalu mengumumkan pemangkasan 13.000 pekerjaan yang sebagian besar di divisi otomotif.

Baca Juga:Laba Dua Raksasa Dagang Melonjak, Proyeksi Keuntungan Direvisi ke Rekor Tertinggi

Persaingan Mobil Listrik Mengubah Peta Industri

Akar persoalannya adalah persaingan yang kian sengit di pasar kendaraan listrik. Produsen-produsen dari Tiongkok menawarkan mobil listrik dengan harga lebih agresif dan teknologi yang berkembang cepat, sehingga pabrikan lama Jerman yang selama puluhan tahun mengandalkan mesin pembakaran dan merek premium kini terdesak dari dua arah: permintaan melemah dan margin tergerus.

Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini terasa nyata di jalanan dan di ruang pamer. Merek-merek Tiongkok kini membanjiri pasar mobil listrik Tanah Air dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sementara merek Eropa bergulat dengan biaya produksi yang tinggi. Bila raksasa industri seperti BMW, Volkswagen, dan Bosch memangkas puluhan ribu pekerjaan, rantai pasok global ikut bergeser: harga komponen, ketersediaan model, hingga strategi pabrikan dalam memprioritaskan pasar berkembang seperti Indonesia bisa berubah. Konsumen Indonesia justru berpotensi diuntungkan oleh persaingan harga yang makin ketat, tetapi pekerja di industri komponen dan diler perlu mencermati arah restrukturisasi ini karena pesanan dari pabrikan Eropa bisa menyusut.

Langkah berikutnya yang patut ditunggu adalah realisasi pemangkasan hingga akhir 2027 dan apakah langkah efisiensi ini cukup mengembalikan daya saing pabrikan Jerman di era kendaraan listrik, atau justru menjadi awal dari pergeseran yang lebih besar dalam peta industri otomotif dunia.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkini

Lihat Semua