Tanpa Disadari, Isi Ponsel Bisa Disadap Lewat Jaringan Operator
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Sistem penyadapan resmi yang terhubung ke jaringan operator seluler ternyata memiliki jangkauan yang jauh lebih luas daripada yang banyak dibayangkan. Percakapan telepon, pesan singkat, hingga jejak digital penggunanya bisa diikuti tanpa pemilik ponsel menyadarinya sama sekali.
Sistem yang dimaksud bernama Lawful Interception Management System atau LIMS. Menurut pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, begitu sebuah nomor dimasukkan ke pusat pemantauan, operator akan mengalirkan salinan komunikasinya kepada penegak hukum.
Baca Juga:Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar PenyelamatanApa Saja yang Bisa Diintip
Melalui LIMS, percakapan telepon dapat didengarkan secara langsung dari awal hingga akhir. Pesan singkat pun bisa dibaca, lengkap dengan keterangan waktu pengiriman, waktu diterima, identitas pengirim, dan status pengirimannya.
Jejak lainnya ikut terbaca: lokasi yang diperkirakan dari menara seluler yang dipakai ponsel, serta aktivitas internet seperti situs yang dikunjungi, kapan diakses, dan seberapa sering dibuka. Bagi pengguna di Tanah Air yang hampir seluruh aktivitasnya berpindah ke ponsel, gambaran keseharian itu bisa tersusun cukup lengkap hanya dari jejak-jejak tersebut.
Baca Juga:Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung InternetIsi Pesan Terenkripsi, Jejaknya Tetap Terbaca
Untuk aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Signal, isi percakapannya tidak bisa dibaca karena dilindungi enkripsi ujung-ke-ujung. Yang terlihat hanyalah metadata, yakni keterangan seputar komunikasi itu sendiri.
Metadata itu mencakup alamat IP pengguna, server aplikasi yang dihubungi, stempel waktu saat koneksi seluler aktif, volume data yang berpindah, serta perkiraan lokasi. Alfons menegaskan metadata bukan sisa yang tidak berguna: dari metadata, pihak yang memantau bisa menebak rutinitas seseorang, siapa orang terdekatnya, kelompok apa saja yang diikutinya, dan ke mana saja ia bergerak.
Berbeda dari Pegasus
LIMS berbeda jauh dari spyware Pegasus buatan NSO Group. Pegasus harus disusupkan ke perangkat Android maupun iOS, dan jejaknya masih mungkin ditemukan lewat pemeriksaan forensik.
Sebaliknya, LIMS bekerja di sisi jaringan operator sehingga tidak ada yang dipasang di ponsel dan tidak ada yang berubah di perangkat korban. Akibatnya, dari sudut pandang korban, penyadapan semacam ini sama sekali tidak terdeteksi.
Cara Mengurangi Risikonya
Untuk percakapan yang sensitif, Alfons menyarankan memakai aplikasi pesan yang menyediakan enkripsi kuat, seperti WhatsApp, Signal, atau obrolan rahasia di Telegram. Informasi penting dan rahasia sebaiknya tidak dibicarakan lewat SMS maupun telepon biasa.
Ia juga mengingatkan agar ponsel dan aplikasi selalu diperbarui, karena pembaruan menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan perangkat lunak penyusup. Kewaspadaan semacam ini penting bagi siapa pun, dari pekerja kantoran hingga pelaku usaha kecil yang setiap hari mengurus pesanan, pembayaran, dan urusan keluarga lewat ponsel yang sama.
Sumber: CNBC Indonesia
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung Internet

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Ketika Alat Penegak Hukum Diduga Berbalik Mengintai Pejabat dan Warga

Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Gugatan Baru Menyeret Perusahaan AI Usai Kematian Seorang Pengguna
Berita Terkini
Lihat Semua
Modal Jumbo untuk Startup yang Ingin Mengubah Cara Tim Penjualan Bekerja

Janji Dagang Besar Diuji Ambisi Kemitraan yang Belum Terpenuhi

Tekanan Pasar Saham Dinilai Konsekuensi Logis Reformasi Besar-besaran

Lima Model Kini Kantongi Komponen Lokal 60 Persen, Baterai Jadi Fokus Berikutnya


