InternasionalBerita

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

Redaksi Intarta

Oleh

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

VENTERSDORP - INTARTA.com - Kepolisian menangkap lima orang terkait serangan brutal terhadap seorang peternak sapi yang diserang dan disiksa saat perampokan di rumahnya. Korban, Donovan Marx yang berusia 50 tahun, disergap ketika pulang ke peternakannya pada Rabu lalu dan kini masih dirawat di rumah sakit.

Menurut polisi, sekelompok pria bertopeng bersenjata mendatangi pekerja di rumah Marx yang sedang memotong rumput, lalu mengikat tangan dan kaki pekerja itu. Saat Marx tiba di rumah, dua pelaku diduga menembaknya di tubuh bagian atas, menyeretnya ke dalam rumah, mengikatnya, dan menusuknya sebelum menggeledah rumah dan membawa kabur tiga pucuk senjata dari brankas serta mobil van milik korban.

Baca Juga:28 Tahun Menempuh Puluhan Ribu Kilometer dengan Berjalan Kaki, Petualang Ini Akhirnya Tiba di Rumah

Penangkapan Cepat dan Kecaman Luas

Kelima terduga pelaku yang berusia antara 26 hingga 56 tahun ditangkap selama akhir pekan dan dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Selasa dengan dakwaan perampokan rumah, percobaan pembunuhan, serta kepemilikan senjata api dan amunisi secara ilegal. Keluarga korban menyambut baik penangkapan itu dan menegaskan proses hukum harus berjalan sampai tuntas.

Menteri Pertanian Willie Aucamp mengecam serangan tersebut dan menyebut tidak ada tempat bagi tindakan biadab semacam itu. Ketua komite kepolisian parlemen, Ian Cameron, memuji kecepatan penangkapan dan mendesak agar kasus ini diselidiki secara kuat dan tuntas.

Baca Juga:Cegah Curanmor di Palembang, Polisi Ditembak di Bahu dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Serangan ini memicu kemarahan luas di negara yang sudah akrab dengan angka kekerasan tinggi. Sejumlah kelompok sayap kanan kerap memakai serangan terhadap petani kulit putih untuk mengklaim adanya genosida terhadap kelompok itu, klaim yang telah dibantah luas, termasuk oleh semua partai politik di negara tersebut dan perwakilan komunitas Afrikaner sendiri. Data kepolisian terbaru justru menunjukkan sebagian besar korban kejahatan, termasuk di pertanian, adalah warga kulit hitam.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa keamanan di wilayah pedesaan adalah persoalan yang dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia, di mana petani dan warga desa juga rentan menjadi sasaran kejahatan saat aparat jauh dan akses bantuan terbatas. Kecepatan polisi menangkap pelaku dalam kasus ini menunjukkan betapa pentingnya respons pertama yang sigap, keterangan saksi yang dilindungi, dan proses hukum yang transparan agar rasa aman warga pedesaan bisa pulih.

Sumber: BBC News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua