28 Tahun Menempuh Puluhan Ribu Kilometer dengan Berjalan Kaki, Petualang Ini Akhirnya Tiba di Rumah
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
HULL - INTARTA.com - Petualang Karl Bushby akhirnya tiba kembali di kampung halamannya pada Senin setelah menempuh perjalanan berjalan kaki sejauh 50.000 kilometer melintasi empat benua selama 28 tahun. Kedatangannya disambut sorak-sorai sekitar 500 orang yang berkumpul menyambut akhir perjalanan luar biasa itu.
Perjalanan Bushby yang kini berusia 57 tahun itu dimulai pada 1998 dari ujung selatan Amerika Selatan. Sepanjang perjalanan, ia memegang dua aturan keras untuk dirinya sendiri: tidak menggunakan kendaraan bermotor apa pun untuk bergerak maju, dan tidak pulang sebelum apa yang ia niatkan benar-benar selesai.
Baca Juga:Ratusan Ribu Turun ke Jalan, Ratusan Ditangkap Setelah Aksi Berujung RicuhPerjalanan yang Penuh Rintangan
Mantan prajurit pasukan payung itu memulai petualangannya pada usia 29 tahun. Ia pernah melintasi Selat Bering yang membeku dari Alaska menuju Rusia bersama penjelajah Prancis Dimitri Kieffer pada 2006, sebuah etape yang nyaris merenggut nyawanya. Menjelang kembali, ia juga berenang melintasi Selat Inggris dari Prancis utara menuju Dover selama empat hari.
Perjalanan yang semula direncanakan selesai dalam 12 tahun itu berkali-kali tertunda. Penolakan visa dari Rusia, masa tahanan di Panama karena masuk tanpa visa, hingga pandemi COVID-19 dan masa tinggal di sebuah pangkalan di Meksiko sempat menghentikannya. Namun setiap kali, Bushby selalu melanjutkan langkah dari titik persis tempat ia berhenti.
Baca Juga:Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di RumahnyaDi ujung perjalanan, ia dijadwalkan bertemu kembali dengan ibunya, Angela, putranya Adam yang kini berusia 36 tahun, serta seorang cucu perempuan berusia 12 tahun yang belum pernah ia temui. Sineas ternama Jerman Werner Herzog kini menggarap perjalanan itu menjadi film dokumenter panjang berjudul "Walk of Life".
Kepada kantor berita AFP pada September lalu, Bushby mengaku gugup menghadapi kehidupan normal setelah hampir tiga dekade di jalan. "Saya harus berusaha kembali mapan di dunia orang dewasa," ujarnya. Kisah ketekunan semacam ini terasa dekat bagi pembaca Indonesia yang mengenal tradisi jalan kaki jarak jauh, pendakian lintas pulau, hingga perjalanan spiritual yang ditempuh langkah demi langkah. Jarak 50.000 kilometer yang ia tempuh setara dengan mengelilingi bumi lebih dari satu kali, dan pencapaiannya mengingatkan bahwa tekad yang dijaga setiap hari, bukan kecepatan, yang akhirnya mengantar seseorang sampai ke tujuan.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Ratusan Ribu Turun ke Jalan, Ratusan Ditangkap Setelah Aksi Berujung Ricuh

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

Ketika Sebuah Garis Memisahkan Masyarakat Adat yang Sudah Menyatu Berabad-abad

Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Putaran Kedua

Mulai dari Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Menuju Usaha Sendiri Terbuka

Ratusan Ribu Anak Muda Turun ke Jalan Menuntut Biaya Hidup Lebih Terjangkau
Berita Terkini
Lihat Semua
Dua Pengunjung Diusir dari Ruang Sidang Usai Diduga Bocorkan Kesaksian

Tujuh Anggota Satuan Narkoba Dimutasi karena Diduga Langgar Prosedur

Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

