Dendam karena Ejekan Berujung Siraman Air Keras ke Rekan Kerja
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Seorang pekerja bengkel menjadi korban penyerangan air keras oleh rekan kerjanya. Pelaku, yang disebut berinisial AN, ditangkap saat hendak melarikan diri, dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Penangkapan dilakukan pada Kamis malam di dalam sebuah bus di kawasan pelabuhan. Polisi menyebut pelaku diduga hendak melarikan diri ke luar daerah ketika petugas meringkusnya. Saat ditangkap, pelaku tidak berkutik dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:Enam Orang Jadi Tersangka Setelah Massa Menyerbu Markas Polisi dan Melepaskan TembakanDendam akibat Ejekan Selama Bekerja
Menurut keterangan polisi, aksi penyiraman air keras itu dipicu dendam. Pelaku disebut sakit hati karena kerap diejek korban selama mereka bekerja bersama di bengkel. Ejekan yang berulang itu diduga menumpuk menjadi amarah hingga berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan nyawa.
Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Luka bakar yang dialaminya tergolong cukup serius, meliputi wajah dan tubuh, sehingga tim medis terus memantau kondisinya secara ketat.
Baca Juga:Cegah Curanmor di Palembang, Polisi Ditembak di Bahu dan Dilarikan ke Rumah SakitAncaman Hukuman dan Pelajaran bagi Lingkungan Kerja
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk bagaimana pelaku memperoleh cairan berbahaya yang digunakan dalam penyerangan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa ejekan di tempat kerja bukan hal sepele. Candaan yang dibiarkan berlarut-larut dapat merusak hubungan antarpekerja, menurunkan kenyamanan kerja, dan dalam kasus ekstrem, meledak menjadi kekerasan. Lingkungan kerja yang sehat membutuhkan sikap saling menghormati, saluran pengaduan yang jelas, dan keberanian rekan kerja maupun atasan untuk menghentikan perundungan sejak awal, sebelum berubah menjadi dendam.
Bagi para pekerja, kasus ini juga menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara dewasa: membicarakan masalah, meminta mediasi atasan, atau menempuh jalur hukum bila merasa dirugikan, bukan membalas dengan kekerasan yang justru menghancurkan masa depan pelaku sendiri dan menyisakan luka permanen bagi korban.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Enam Orang Jadi Tersangka Setelah Massa Menyerbu Markas Polisi dan Melepaskan Tembakan

Cegah Curanmor di Palembang, Polisi Ditembak di Bahu dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Empat Napi Jadi Tersangka Kematian Rekan Satu Kamar di Lapas Muaradua

Kenalan di Facebook, Pria Residivis di Purbalingga Tipu 15 Wanita dan Gelapkan Motor Korban

Rp 1 Juta Berujung Maut: Tawuran Dua Kelompok Pecah di Makassar, Satu Pemuda Tewas

Penggerebekan Sarang Narkoba Berujung Perlawanan, Empat Orang Diamankan
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

