InternasionalBerita

Rudal Pemandu Presisi Bakal Perkuat Helikopter Serang, Kerja Sama Militer Makin Dalam

R

Oleh

Rudal Pemandu Presisi Bakal Perkuat Helikopter Serang, Kerja Sama Militer Makin Dalam
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

MOSKOW - INTARTA.com - Rusia menyetujui pengiriman 90 peluncur rudal berpemandu presisi ke Iran, sebuah kesepakatan yang memperluas kerja sama militer antara Moskow dan Teheran di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peluncur tipe APU-L itu nantinya dipasangkan pada helikopter serang, dan dirancang membawa rudal ringan serbaguna LMUR atau Izdeliye 305 yang mampu menghantam target bergerak dengan presisi tinggi.

Baca Juga:Serangan Kecil yang Melumpuhkan Pertahanan dalam Hitungan Menit

Kabar pesanan tersebut pertama kali dilaporkan Financial Times berdasarkan jadwal produksi industri pertahanan Rusia untuk 2024 dan 2025. Dokumen itu mencantumkan pesanan ekspor 90 peluncur dari pembeli berkode "K-10", kode yang dipakai eksportir senjata negara Rusia untuk Iran.

Rudal yang Sudah Teruji di Medan Perang

Rudal LMUR mulai dipakai militer Rusia pada 2022 dan sejak itu digunakan luas di Ukraina. Operator bisa mengendalikan rudal selama penerbangan sehingga sasaran dapat disesuaikan di tengah jalan.

Baca Juga:Kerugian Perang Membengkak Hingga Ratusan Triliun, Beban Anggaran Militer Kian Berat

Menurut panduan peralatan militer Angkatan Darat Amerika Serikat, setiap peluncur APU-L dirancang untuk helikopter serang Mi-28 dan masing-masing membawa dua rudal.

Iran sendiri telah memperoleh helikopter Mi-28 dari Rusia. Pada November 2023, pejabat Iran mengumumkan pengaturan pengiriman helikopter itu sudah dirampungkan. Foto-foto yang beredar pada Januari 2026 bahkan memperlihatkan sebuah helikopter Mi-28 di fasilitas penerbangan di Teheran.

Bukti Kerja Sama Militer yang Makin Dalam

Pesanan yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan ini menambah bukti bantuan Rusia terhadap militer Iran, termasuk program rahasia membantu Teheran mengembangkan rudal jelajah supersonik yang berpotensi mengancam kapal-kapal Angkatan Laut AS di Teluk Persia.

Dokumen produksi tersebut diserahkan kepada Financial Times oleh Dallas Analytics, organisasi intelijen swasta asal Ukraina. Surat tertanggal Mei 2024 dari produsen rudal Rusia, Vympel, memperingatkan biro pertahanan lain bahwa keterlambatan pasokan komponen peluncur dapat membahayakan sejumlah kontrak.

Ketegangan yang memanas di kawasan itu ikut dirasakan jauh hingga Asia Tenggara. Kenaikan risiko konflik di jalur pelayaran Teluk Persia berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan menekan harga energi, sesuatu yang langsung memengaruhi biaya bahan bakar dan harga kebutuhan pokok di Indonesia. Pemerintah dan pelaku usaha di Tanah Air perlu mencermati perkembangan ini, karena gejolak harga minyak global kerap merambat ke inflasi dalam negeri.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…