NasionalBerita

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

Redaksi Intarta

Oleh

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

SUKOHARJO - INTARTA.com - Pengurus pondok pesantren mengungkapkan detik-detik penggeledahan dini hari yang membuat para santriwati ketakutan, saat puluhan petugas bersenjata lengkap datang ketika para santriwati masih tertidur. Menurut pengurus, pintu kamar santriwati didobrak hingga hampir rusak, lalu para santriwati ditarik keluar dan ditodong senjata laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian sebagaimana mestinya.

Pengurus menyebut penggeledahan itu bermula sekitar pukul 03.20, saat petugas dari kepolisian daerah dan kepolisian resor setempat mengepung pondok. Karena tidak ada yang membukakan pintu dan para santriwati terkejut lalu bersembunyi di kamar ustazah, petugas kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Para santriwati, kata pengurus, dibentak dan diintimidasi dalam kondisi yang membuat mereka trauma.

Baca Juga:Polri Janji Evaluasi Penggeledahan yang Bikin Santriwati Trauma

Pengurus Tegaskan Lembaga Bernaung di Yayasan Resmi

Pengurus juga menegaskan bahwa pondok tersebut berada di bawah yayasan resmi yang bergerak di bidang dakwah dan sosial, dan telah memiliki nomor yayasan. Penegasan itu disampaikan untuk menjawab keraguan soal status lembaga, di tengah pernyataan pemerintah daerah bahwa bangunan yang dimaksud tidak terdaftar di Kementerian Agama dan diduga merupakan rumah tahfidz mandiri yang belum memiliki izin operasional.

Pemerintah daerah sendiri menyatakan telah mendampingi sekitar 19 orang perempuan dan anak yang dimintai keterangan, dengan pendampingan dari unit pelayanan teknis daerah di bidang perlindungan perempuan dan anak. Mereka sudah dikembalikan kepada orang tua dan wali, dan tidak dikembalikan lagi ke bangunan tersebut, sambil menunggu pendampingan lanjutan agar pendidikan mereka tetap berjalan di tempat yang terverifikasi.

Baca Juga:Polri Pastikan Keluhan Penggeledahan Pesantren Didalami Propam Secara Objektif

Polisi Kaitkan Penggeledahan dengan Pencarian Buronan

Di sisi lain, polisi menyebut penggeledahan berkaitan dengan pencarian seorang buronan yang telah diterbitkan daftar pencarian orangnya. Polisi menyebut buronan itu berkaitan dengan seorang mantan narapidana terorisme, dan ada dua lokasi yang menjadi perhatian petugas, termasuk satu lokasi lain di luar kabupaten tersebut, tempat ditemukan sejumlah senjata tajam. Polisi menyatakan penelusuran akan terus dilakukan karena kedua lokasi itu diduga menjadi tempat persembunyian buronan tersebut.

Kesaksian pengurus ini memperlihatkan sisi paling sensitif dari sebuah penggeledahan di lingkungan pendidikan: bukan hanya soal sah atau tidaknya prosedur, melainkan soal cara petugas masuk ke ruang privat anak-anak dan perempuan pada dini hari. Bila tudingan soal pendobrakan pintu dan penodongan itu benar, dampaknya tidak berhenti pada malam itu saja, melainkan berlanjut pada rasa takut para santriwati dan pada kepercayaan keluarga terhadap aparat. Karena itu, evaluasi yang dijanjikan kepolisian perlu menjawab pertanyaan paling konkret dari kesaksian ini: bagaimana seharusnya penggeledahan di asrama perempuan dilakukan agar tetap efektif mencari buronan, tanpa mengorbankan rasa aman anak-anak yang tinggal di dalamnya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua