Anthropic Dipaksa Blokir Akses Model AI Terbarunya untuk Pengguna Asing
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Hubungan antara industri kecerdasan buatan dan pemerintah kembali menegang. Administrasi Presiden Donald Trump secara mendadak memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses asing terhadap dua model AI mutakhirnya, Fable 5 dan Mythos 5, di tengah kekhawatiran teknologi itu bisa disalahgunakan untuk serangan siber skala besar.
Perintah pembatasan ekspor yang diterima Anthropic pada Jumat (12/6/2026) itu mewajibkan perusahaan memblokir total layanan bagi pengguna berkebangsaan asing. Aturannya berlaku ketat untuk pengguna di luar maupun di dalam wilayah tersebut, bahkan mencakup karyawan asing yang bekerja di internal Anthropic sendiri.
Baca Juga:Anthropic Resmi Ajukan IPO, Valuasi Ditaksir hingga 2 Triliun Dolar ASPemicu di Balik Layar
Menurut laporan The Wall Street Journal, intervensi mendadak ini bukan tanpa alasan. Langkah itu kabarnya dipicu komunikasi intensif antara CEO Amazon, Andy Jassy, dengan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Dalam pembicaraan itu, Jassy melaporkan temuan para peneliti Amazon yang menguji model Fable 5. Dengan serangkaian perintah khusus (prompt engineering), tim peneliti berhasil membuat AI tersebut menyajikan informasi sensitif yang dapat mempermudah eksekusi serangan siber. Mengingat Fable 5 dan Mythos 5 dirancang dengan kemampuan tinggi mendeteksi kerentanan sistem perangkat lunak, pemerintah langsung mengambil posisi siaga demi keamanan nasional.
Baca Juga:Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung InternetIroni Regulasi
Tindakan ini memicu ironi tersendiri. Hanya beberapa hari sebelum perintah blokir turun, CEO Anthropic, Dario Amodei, baru saja menerbitkan esai yang justru mendorong regulasi AI yang lebih ketat dan mengikat secara hukum. “Model AI mutakhir, seperti pesawat terbang, harus menjalani pengujian dan audit teknis. Peluncurannya harus diblokir atau dibatalkan sebagai ancaman terhadap keselamatan publik jika tidak memenuhi standar keselamatan yang tinggi,” tulis Amodei dalam esai yang dikutip dari CNBC International.
Namun bentuk intervensi sepihak kali ini dinilai tidak sejalan dengan harapan perusahaan. Anthropic menyatakan keberatan, menyebut insiden ini sebagai kesalahpahaman, dan menilai pemblokiran mendadak itu tidak didasarkan pada proses hukum yang transparan dan fakta teknis yang jelas. Sebagai langkah cepat, sejumlah karyawan senior Anthropic dilaporkan terbang ke Washington, D.C. pada Senin (15/6/2026) untuk berdialog langsung dengan pejabat pemerintah.
Risiko bagi Industri Global
Langkah reaktif ini memperlihatkan ketidakpastian regulasi di sektor teknologi tinggi. Penghentian operasional model AI secara tiba-tiba membuktikan pemerintah siap mengambil langkah ekstrem jika mendeteksi risiko rantai pasok atau potensi spionase siber.
Bagi sektor industri, khususnya perbankan dan infrastruktur digital global, model tangguh seperti Mythos 5 sebenarnya diproyeksikan memperkuat pertahanan internal dari serangan siber (defensive AI). Namun dengan blokir total ini, ketergantungan global pada penyedia teknologi tersebut kini dihadapkan pada risiko geopolitik yang tinggi. Hingga saat ini Anthropic belum memberi kepastian kapan layanan Claude Fable 5 dan Mythos 5 dapat kembali diakses publik.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Anthropic Resmi Ajukan IPO, Valuasi Ditaksir hingga 2 Triliun Dolar AS

Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung Internet

Gugatan Baru Menyeret Perusahaan AI Usai Kematian Seorang Pengguna

AI Microsoft Bisa Mendiagnosis Bertahap seperti Dokter, Akurasi Dua Kali Lipat

Dukungan Penuh untuk Bos Raksasa Chip di Tengah Laporan Plot Spionase

Penerbit Kanada Putus Kerja Sama dengan Novelis Haiti karena Dugaan Penggunaan AI
Berita Terkini
Lihat Semua
Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Dilatih Sebulan Lalu Langsung Diterjunkan, Ini Modus Perekrutan Korban Perdagangan Orang







