GadgetArtikel

Cip Memori Langka Gara-Gara AI, Pasar Ponsel Global Anjlok

Redaksi Intarta

Oleh

Cip Memori Langka Gara-Gara AI, Pasar Ponsel Global Anjlok
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Pasar ponsel pintar global tengah menghadapi periode tersulitnya dalam lebih dari satu dekade terakhir. Laporan firma riset Counterpoint mengungkapkan volume pengiriman gawai di seluruh dunia merosot tajam hingga 11 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, penurunan terdalam untuk periode kuartal kedua sejak 2013.

Salah satu pemicu utama justru datang dari industri yang sedang naik daun, yakni kecerdasan buatan. Lonjakan pembangunan pusat data AI di seluruh dunia telah menyedot pasokan cip memori global secara masif. Karena komponen vital ini dialihkan untuk infrastruktur AI, para produsen ponsel kini terpaksa saling berebut pasokan yang kian menipis dan mahal.

Baca Juga:Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Vendor China Terpukul Paling Telak

Dampak kelangkaan komponen langsung memukul trio raksasa ponsel asal China: Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Ketiganya kompak membukukan penurunan volume pengapalan hingga dua digit dibanding periode yang sama tahun lalu. Segmen ponsel murah hingga kelas menengah yang selama ini menjadi basis kekuatan utama vendor China mengalami pukulan paling telak akibat meroketnya biaya produksi.

Xiaomi terpaksa menyederhanakan lini produk serta melonggarkan skema kredit bagi pengecer demi menjaga perputaran barang. Langkah ini berhasil mempertahankan Xiaomi di peringkat ketiga global dengan pangsa pasar 12 persen, menyusut dari 14 persen pada kuartal II-2025. Xiaomi masih tertolong pertumbuhan segmen premium lewat seri Redmi Note 15, Redmi K90, dan lini flagship Xiaomi 17.

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Oppo kini menguasai 11 persen pangsa pasar di tengah membekunya daya beli di pasar-pasar utama mereka, sementara Vivo terlempar ke angka 8 persen setelah dihantam kendala pasokan yang serius. Kenaikan harga material memaksa Vivo mengerek harga jual model andalan mereka, yang justru keluar dari kisaran harga krusial yang diminati pelanggan setianya.

Samsung dan Apple Makin Perkasa

Di tengah tumbangnya produsen China, Samsung dan Apple justru semakin kokoh di puncak. Kedua korporasi ini relatif kebal dari krisis karena memiliki daya tawar tinggi terhadap rantai pasok komponen global. Samsung mempertahankan posisi nomor satu dunia dengan pangsa pasar 24 persen, melesat dari 20 persen pada periode yang sama tahun lalu, ditopang pasar India dan Timur Tengah serta tingginya minat terhadap varian premium Galaxy S26 Ultra berfitur AI terbaru.

Apple mengamankan pangsa pasar global sebesar 20 persen, naik dari 17 persen pada kuartal II-2025. Pertumbuhan tahunan Apple ditopang performa apik lini iPhone 17 yang dinobatkan sebagai ponsel dengan volume pengiriman tertinggi di dunia saat ini. Counterpoint memproyeksikan sisa tahun 2026 akan berjalan sangat menantang, dengan estimasi penurunan total pengapalan tahunan mencapai 14 persen, dan kelangkaan pasokan memori baru diperkirakan mulai stabil pada 2027.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua