TeknologiArtikel

Jaket Kulit Bos Chip Laku Rp17,2 Miliar di Lelang

Redaksi Intarta

Oleh

Jaket Kulit Bos Chip Laku Rp17,2 Miliar di Lelang
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Sebuah jaket kulit hitam bermerek Tom Ford terjual di rumah lelang Sotheby's dengan harga US$960 ribu, setara Rp17,2 miliar. Jaket itu dikenal sebagai gaya berpakaian khas Jensen Huang, bos Nvidia yang kini memiliki kekayaan sekitar US$175 miliar atau setara Rp3.100 triliun.

Jaket yang dilelang tersebut dipakai Huang saat berada di Taipei pada 2023. Selama proses lelang, jaket ini mendapat 65 kali penawaran dari para peserta, angka yang tergolong tinggi untuk pakaian bekas pakai seorang figur publik.

Baca Juga:Dukungan Penuh untuk Bos Raksasa Chip di Tengah Laporan Plot Spionase

Jauh Melampaui Perkiraan Awal

Yang membuat hasil lelang ini mencolok bukan hanya nominal akhirnya, melainkan jaraknya dari perkiraan. Sebelum lelang digelar, Sotheby's memperkirakan jaket itu hanya akan laku di kisaran US$40 ribu hingga US$60 ribu, atau sekitar Rp717,6 juta hingga Rp1 miliar. Harga jual sesungguhnya ternyata belasan kali lipat lebih tinggi dari estimasi tertinggi tersebut, dan jauh di atas harga eceran resmi jaket sejenis yang bahkan tidak sampai US$10 ribu atau Rp179,4 juta.

Kepala koleksi modern Sotheby's, Brahm Wachter, menyebut respons terhadap penjualan ini melampaui ekspektasi tertinggi pihaknya.

Baca Juga:Anthropic Resmi Ajukan IPO, Valuasi Ditaksir hingga 2 Triliun Dolar AS

Dana Lelang untuk Filantropi

Berbeda dari lelang barang koleksi pada umumnya yang hasilnya masuk ke kantong penjual atau kolektor, dana penjualan jaket ini disalurkan Sotheby's melalui program filantropinya untuk mendukung Edge Institute, organisasi nirlaba yang berfokus mendorong inovasi. Dana tersebut rencananya dipakai membiayai beasiswa, hibah, dan program residensi.

Sisi filantropis inilah yang membedakan lelang ini dari sekadar transaksi barang mewah. Pembeli tidak hanya membayar kepemilikan jaket ikonik, tetapi juga ikut mendanai program pengembangan talenta di bidang inovasi.

Gaya yang Sudah Melekat Sejak Lama

Jaket kulit hitam bukan gaya berpakaian yang muncul tiba-tiba bagi Huang. Pria berusia 62 tahun itu bahkan pernah menjuluki dirinya sendiri pria berjaket kulit dalam sebuah sesi tanya jawab di Reddit pada 2016, jauh sebelum Nvidia menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di industri kecerdasan buatan seperti sekarang.

Huang juga dikenal kerap bercanda soal gaya berpakaiannya sendiri. Pada 2023, ia pernah mengatakan bahwa istri dan putrinyalah yang sebenarnya mendandaninya, sebuah pengakuan santai yang memberi kesan gaya khasnya ini bukan strategi citra yang dirancang serius, melainkan bagian dari kepribadiannya sehari-hari.

Ketenaran gaya berpakaian Huang ternyata sampai juga ke telinga sesama bos teknologi. Bos Meta, Mark Zuckerberg, pernah menerima jaket serupa langsung dari Huang dan mengenakannya dalam satu kesempatan pada 2024. Menanggapi tingginya harga jaket bekas Huang di lelang, muncul komentar berkelakar bahwa jaket itu lebih mahal karena bekas pakai, sindiran ringan yang menyiratkan nilai sebuah barang bisa melonjak justru karena riwayat siapa yang pernah memakainya.

Lelang jaket bekas seorang eksekutif teknologi yang tembus belasan miliar rupiah bukan sekadar cerita ringan soal fesyen. Ini juga cerminan bagaimana figur-figur di balik lonjakan bisnis kecerdasan buatan kini punya daya tarik budaya pop yang setara selebritas, sampai barang pribadi mereka pun jadi incaran kolektor, sejalan dengan pola umum di pasar lelang barang koleksi selebritas, di mana nilai simbolis dan cerita di balik suatu barang kerap mendorong harga jauh di atas nilai fungsionalnya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua