OtomotifArtikel

Karat Bukan Satu-satunya Tanda, Ini 5 Jejak Mobil Bekas Banjir yang Sering Terlewat

Redaksi Intarta

Oleh

Karat Bukan Satu-satunya Tanda, Ini 5 Jejak Mobil Bekas Banjir yang Sering Terlewat
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Membeli mobil bekas menuntut ketelitian tinggi, terutama untuk mendeteksi apakah kendaraan tersebut pernah terendam banjir. Selama ini, sebagian besar calon pembeli hanya mengandalkan karat pada bodi atau kolong mobil sebagai indikator utama. Padahal tanda tersebut sangat mudah disamarkan melalui pembersihan atau poles.

Sundoro Edi Pranoto, ahli dari Inspector Mobil, mengungkapkan bahwa jejak banjir sebenarnya lebih banyak tertinggal di area-area tersembunyi. Bagian bawah dan celah sempit pada kendaraan justru menyimpan bukti yang jauh lebih akurat dibandingkan permukaan luar yang mudah dipoles.
Baca Juga:Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Lumpur di Celah Karet dan Kabel

Salah satu titik pertama yang harus diperiksa adalah karet pelindung pintu. Celah di balik karet ini sering menyimpan sisa lumpur halus yang mengering. Selain itu, tumpukan kabel di balik dasbor atau ruang mesin juga menjadi indikator kuat, karena celah kabel sangat sulit dibersihkan secara total begitu sudah kemasukan air kotor.

Sabuk Pengaman dan Soket Elektronik

Baca Juga:Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Komponen keselamatan seperti sabuk pengaman tidak boleh luput dari perhatian. Bahan serat kain pada sabuk pengaman sangat mudah menyerap air lumpur dan meninggalkan noda permanen atau bau apek yang khas. Pembeli disarankan menarik sabuk pengaman hingga ujung maksimal dan memeriksa kondisi baut pengikatnya.

Sektor kelistrikan juga menjadi area krusial yang paling sensitif terhadap air. Sundoro menyarankan untuk memeriksa soket-soket kabel, port USB pengisi daya, hingga soket OBD2 (On-Board Diagnostics). Sisa kelembapan atau perubahan warna akibat korosi ringan biasanya masih tertinggal di area sensitif ini meskipun mobil sudah melalui proses detailing profesional.

Karet Kaki-Kaki yang Melemah

Dampak banjir tidak hanya merusak estetika dan kelistrikan, tetapi juga ketahanan mekanis kendaraan. Komponen kaki-kaki yang berbahan karet cenderung mengalami penurunan kualitas secara drastis setelah terendam air banjir. Karet suspensi yang cepat getas atau lemah dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Bagi masyarakat yang berencana membeli mobil bekas, inspeksi mandiri secara mendalam atau menggunakan jasa inspektor independen sangat direkomendasikan. Langkah antisipasi ini penting untuk menghindari risiko kerugian finansial akibat kerusakan fatal di kemudian hari.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua