Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Mobil terbang selama puluhan tahun hanya hidup di film dan kartun, tetapi kini tujuh kendaraan paling menarik di bidang ini sudah mulai menunjukkan bentuk nyatanya, dari mobil sport yang bisa melompat hingga pesawat tanpa pilot yang membawa penumpang. Pertanyaannya bukan lagi seberapa canggih teknologinya, melainkan apakah kendaraan itu benar-benar bisa diproduksi, dijual, digunakan dengan aman, dan dijangkau masyarakat luas.
Sebuah mesin futuristis memang terlihat mengesankan di lintasan pengujian, tetapi tantangan sesungguhnya muncul ketika perusahaan harus membangun ribuan unit, memenuhi persyaratan keselamatan, dan membuktikan produknya bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tujuh kendaraan terbang yang paling menyita perhatian, dari posisi ketujuh menuju puncak.
Baca Juga:Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar PenyelamatanPosisi 7 hingga 5: Demonstrasi Spektakuler, Produksi Masih Tanda Tanya
Di posisi ketujuh ada Tesla Roadster generasi berikutnya, supercar dua tempat duduk dengan sasaran akselerasi 0-60 mil per jam dalam sekitar 1 detik, kecepatan maksimum lebih dari 230 mil per jam, dan jarak tempuh sekitar 300 mil. Bagian paling menariknya adalah konsep pendorong gas bertekanan tinggi yang dikaitkan dengan teknologi SpaceX, yang dalam demonstrasi tertentu bisa mengangkat atau mendorong kendaraan. Namun melompati deretan mobil dalam demonstrasi tidak otomatis membuktikan kendaraan itu bisa terbang dari satu tempat ke tempat lain: ia tetap membutuhkan sistem pengangkatan, pengendalian, kestabilan, dan perlindungan keselamatan yang memadai. Roadster pertama kali diperkenalkan pada 2017 dan jadwal produksinya sudah beberapa kali berubah, dengan kemungkinan produksi sekitar 2028 yang tidak boleh dianggap jaminan.
Posisi keenam ditempati Alef Model A, kendaraan listrik kecil yang berusaha tetap bisa dipakai di jalan raya sekaligus terbang. Kabinnya dirancang tetap relatif stabil saat mode penerbangan, sementara bodi dan sistem pengangkatnya menyesuaikan orientasi. Harga awal yang pernah diumumkan sekitar 300.000 dolar AS, dengan kecepatan jalan yang relatif rendah dalam konfigurasi tertentu. Sampai produksi massal dan operasionalnya terbukti, jumlah kendaraan yang benar-benar bisa dibuat tetap menjadi faktor penilai utama.
Baca Juga:Mulai dari Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Menuju Usaha Sendiri TerbukaDi posisi kelima ada Volocopter, pelopor taksi udara listrik bermotor banyak yang dirancang membawa penumpang dalam perjalanan jarak relatif pendek di kawasan perkotaan. Kisahnya menjadi peringatan penting: setelah bertahun-tahun demonstrasi dan minat investor, perusahaan itu mengajukan kebangkrutan pada akhir 2024, lalu bisnisnya diambil alih Diamond Aircraft di bawah grup industri Wanfeng pada 2025. Nasib serupa dialami Lilium, perusahaan lain yang mengembangkan pesawat listrik futuristis tetapi tersandung masalah keuangan. Prototipe mengesankan ternyata tidak menjamin keberhasilan komersial.
Posisi 4 hingga 2: Sertifikasi dan Layanan Nyata Mulai Terlihat
Posisi keempat diisi Joby S4, taksi udara listrik dari Amerika Serikat yang dikembangkan lebih dari satu dekade. Pesawat ini memakai enam baling-baling yang mengarah ke atas saat lepas landas, lalu berputar ke depan untuk penerbangan seperti pesawat konvensional, dengan target kecepatan sekitar 200 mil per jam dan jangkauan hingga 150 mil. Gambaran penggunaannya cukup menggoda: perjalanan dari bandara JFK menuju Manhattan berpotensi ditempuh sekitar 7 menit, dibanding lebih dari satu jam lewat darat saat macet. Perusahaan ini juga mempersiapkan layanan di Dubai dan terus menjalani proses sertifikasi, meski pengoperasian komersial tetap membutuhkan izin, fasilitas pendukung, pelatihan, dan prosedur keselamatan yang ketat.
Posisi ketiga ditempati Autoflight CarryAll, pesawat listrik kargo yang dirancang mengangkut muatan ratusan kilogram ke wilayah yang sulit dijangkau jalan raya. Pada Juli 2025, pesawat ini memperoleh sertifikat tipe, sertifikat produksi, dan sertifikat kelaikan udara dari otoritas penerbangan Tiongkok, disusul pengiriman unit awal kepada pelanggan pada Agustus 2025. Karena kebutuhan bisnis kargo lebih mudah diukur lewat kapasitas muatan, biaya pengiriman, dan waktu perjalanan, jalur ini menunjukkan kemajuan paling konkret dari tahap demonstrasi menuju produksi dan penggunaan operasional.
Di posisi kedua ada EHang EH216-S, pesawat listrik dua penumpang yang dirancang terbang tanpa pilot di dalam kabin, memakai banyak baling-baling listrik dan sistem kendali otomatis yang dipantau dari darat. Pesawat ini memperoleh persetujuan desain, produksi, dan kelaikan udara, diperkenalkan dalam penerbangan wisata pada 2024, dan pada 2025 perusahaan mengumumkan perkembangan perizinan bagi operator untuk menjalankan penerbangan komersial. Meski begitu, penerbangan wisata pada rute terbatas belum sama dengan layanan taksi udara yang bisa mengantar penumpang ke mana saja; jangkauan baterai, cuaca, infrastruktur, dan keselamatan masih menjadi faktor penting.
Posisi 1: Mobil Besar yang Membawa Pesawatnya Sendiri
Puncak daftar ini ditempati XPeng Land Aircraft Carrier, sistem dua bagian yang menggabungkan kendaraan darat beroda enam dengan pesawat listrik dua penumpang yang disimpan di ruang khusus bagian belakang. Pengguna bisa berkendara menuju lokasi yang sesuai, mengeluarkan pesawat, melakukan penerbangan pendek bila memenuhi persyaratan keselamatan dan perizinan, lalu menyimpannya kembali setelah mendarat.
Yang paling menarik adalah rencana produksinya. Perusahaan mengembangkan fasilitas manufaktur di Guangzhou seluas sekitar 120 ribu meter persegi, dirancang mencapai kapasitas hingga 10 ribu modul pesawat per tahun saat beroperasi penuh, dengan ritme produksi yang disebut-sebut 1 unit setiap 30 menit. Pada November 2025, perusahaan mengumumkan unit awal keluar dari lini produksi dan telah menerima ribuan pemesanan, termasuk angka sekitar 7 ribu yang sering dikutip. Harga paketnya dilaporkan sekitar 2 juta yuan atau kurang lebih 300 ribu dolar AS, dengan pengiriman awal ditargetkan pada 2026 dan peningkatan pengiriman pada 2027. Pesawatnya dirancang untuk penerbangan pendek dengan jangkauan yang dilaporkan sekitar 30 km dalam kondisi tertentu, dan penggunaan komersial tetap membutuhkan persetujuan regulator serta infrastruktur pendukung.
Bagi pembaca di Indonesia, pelajaran dari ketujuh kendaraan ini terasa dekat dengan keseharian: kemacetan kota besar, jarak antarpulau, dan kebutuhan logistik ke daerah terpencil membuat gagasan taksi udara dan pesawat kargo listrik terdengar menjanjikan. Namun sebelum membayangkan kendaraan terbang melayang di atas jalanan Jakarta atau mengantar barang ke pedalaman, ada baiknya mengajukan pertanyaan yang sama seperti para pengembangnya: apakah kendaraan itu sudah mengantongi izin, bisa diproduksi massal, aman dioperasikan, dan harganya masuk akal untuk layanan nyata? Sebab pada akhirnya, pemenang perlombaan ini belum tentu perusahaan dengan demonstrasi paling menghebohkan, melainkan perusahaan yang mampu menghasilkan kendaraan dengan aman, menyediakan suku cadang, mengatur perawatan, dan membangun jaringan layanan yang bisa dipercaya.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Mulai dari Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Menuju Usaha Sendiri Terbuka

SUV Listrik Mitsubishi ASX VR-e Meluncur Bulan Depan, Diklaim Tercepat di Australia

Celah Kritis PHP Ditemukan Lewat Kecerdasan Buatan, Sejumlah Negara Tutup Situs Pemerintah

Tes Usia Biologis Makin Populer, Seberapa Akurat Hasilnya?

Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Pelan Menuju Tabungan yang Terasa
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

Polri Janji Evaluasi Penggeledahan yang Bikin Santriwati Trauma

